Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Muhammadiyah Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kemendagri
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Muhammadiyah Tegas Tolak Wacana Polri di Bawah Kemendagri

By Dickri Tifani
Jumat, 30 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir. (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Wacana penempatan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) di bawah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menuai penolakan tegas dari Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah.

Sikap tersebut disampaikan langsung Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, usai menghadiri Rapat Koordinasi Nasional dan Penganugerahan Insan Dakwah untuk Negeri Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah di Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus), Kamis (29/1/2026) malam.

Acara tersebut turut dihadiri Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi serta Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Haedar menilai, gagasan menempatkan Polri di bawah Kemendagri berpotensi membawa Indonesia melangkah mundur dari semangat reformasi 1998. Menurutnya, perubahan tersebut justru bisa membuka ruang polemik baru dan memicu perdebatan luas di tengah masyarakat.

Ia mengingatkan bahwa salah satu capaian penting reformasi adalah penempatan TNI dan Polri langsung di bawah Presiden sebagai bagian dari konsensus nasional yang telah disepakati bersama.

“Indonesia sudah 20 tahun lebih mengalami reformasi dengan segala risiko dan hasilnya. Salah satu platform reformasi itu adalah menempatkan TNI dan Polri langsung di bawah Presiden,” ujar Haedar saat ditemui di Unimus, Kamis malam.

Lebih lanjut, Haedar mengajak seluruh elemen bangsa untuk tetap fokus pada substansi pembenahan reformasi, bukan sekadar mengubah struktur kelembagaan yang berpotensi menimbulkan kegaduhan baru.

Menurutnya, jika terdapat persoalan di tubuh Polri, TNI, maupun institusi negara lainnya, langkah yang tepat adalah melakukan reformasi internal secara serius dan berkelanjutan.

“Kalau ada masalah di Polri, TNI, dan komponen kebanggaan kenegaraan lainnya, sebaiknya dilakukan reformasi di dalam. Bukan dengan memindahkan ke bawah kementerian tertentu,” tegasnya.

Haedar juga menilai bahwa kementerian sebagai bagian dari birokrasi pemerintahan masih menghadapi berbagai tantangan internal, mulai dari reformasi birokrasi yang belum tuntas hingga persoalan korupsi. Oleh karena itu, ia khawatir wacana tersebut justru menambah kompleksitas persoalan, alih-alih menjadi solusi.

“Lebih baik tetap di bawah Presiden, lalu kekurangan dan problem yang ada kita benahi melalui reformasi internal,” katanya.

Ia berharap pemerintahan di bawah kepemimpinan Presiden terpilih Prabowo Subianto tetap konsisten menjaga semangat dan platform reformasi 1998, agar tidak menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat.

“Jangan sampai muncul kontroversi yang membuat rakyat bingung, arah bangsa ini ke mana,” ujar Haedar.

Sebagai penutup, Haedar menegaskan bahwa secara konstitusional posisi TNI dan Polri telah ditetapkan berada langsung di bawah Presiden melalui keputusan DPR.

“Itu sudah clear,” pungkasnya.

TAGGED:Haedar NashirPP MuhammadiyahWacana Polri di Kemendagri
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Gajah Sumatera Ditembak Mati di Pelalawan, Belalai dan Gading Hilang

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Akui Terima Suap Restitusi Pajak, Kini Ditahan KPK

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?