Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Meski 643 Hektare Sawah Diserang Hama, Semarang Mampu Produksi 131.013 Ton Beras
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

Meski 643 Hektare Sawah Diserang Hama, Semarang Mampu Produksi 131.013 Ton Beras

By Athok Mahfud
Jumat, 09 Jan 2026
Share
3 Min Read
Seorang petani di Dusun Seneng, Desa Jatirunggo, Kecamatan Pringapus, Kabupaten Semarang, sedang menjemur gabah hasil panen. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Serangan hama tikus dan wereng tidak menyurutkan capaian produksi beras di Kabupaten Semarang. Sepanjang 2025, daerah ini tetap mampu memproduksi beras sebanyak 131.013 ton, meskipun sekitar 643 hektare sawah terdampak serangan organisme pengganggu tanaman.

Dari total produksi tersebut, Kabupaten Semarang bahkan mencatat surplus beras sebesar 30.575 ton. Kebutuhan konsumsi beras daerah hanya mencapai 100.438 ton, sehingga kelebihan produksi masih tersedia untuk menopang ketahanan pangan.

Bupati Semarang Ngesti Nugraha menyampaikan, capaian ini merupakan hasil kerja bersama petani dan pemangku kepentingan di sektor pertanian.

“Para petani bersama pemangku kepentingan, diharapkan dapat mempertahankan hasil panen padi seperti tahun lalu,” ujar dia seusai mengikuti tele conference pengumuman swasembada beras nasional oleh Presiden Prabowo Subianto, di Joglo Pasar Sawahan Desa Kalongan, Ungaran Timur, Rabu (7/1/2026).

Ngesti menjelaskan, serangan hama pada ratusan hektare lahan sawah tidak sampai menurunkan produktivitas secara signifikan. Pemerintah daerah memberikan bantuan bibit padi dan pupuk untuk membantu petani memulihkan tanaman yang terdampak.

Selain itu, untuk menjaga semangat dan ketahanan ekonomi petani yang mengalami gagal panen, Pemkab Semarang memberikan stimulan berupa pembebasan pembayaran Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Sementara petani yang masih dapat panen satu kali diberikan keringanan pembayaran hingga 50 persen.

Upaya peningkatan produksi juga dilakukan melalui intensifikasi pertanian. Produktivitas panen didorong dari rata-rata tujuh ton per hektare menjadi sembilan ton per hektare, salah satunya dengan pemberian bantuan pupuk organik kepada petani di wilayah Candirejo, Kecamatan Tuntang.

“Pemkab juga memberikan pinjam pakai satu set alsintan di sebelas kecamatan. Di antaranya, transplanter, drone, dan hand traktor,” katanya lagi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Peternakan dan Pangan Kabupaten Semarang, Moh Edy Sukarno menyampaikan, lahan sawah yang telah memiliki jaringan irigasi akan terus dioptimalkan agar produktivitas meningkat. Skema tanam juga diarahkan dari satu kali panen menjadi 1,5 hingga dua kali panen dalam setahun.

Sejalan dengan program Bupati Semarang, Edy menambahkan, pemerintah daerah juga akan memperluas lahan pertanian semi organik. Program ini disertai bantuan pupuk organik serta bibit padi Genjah, jenis padi yang dapat dipanen dalam waktu sekitar 85 hari, lebih cepat dibandingkan usia tanam normal 120 hari.

“Rencana perluasan lahan pertanian semi organik pada tahun ini, sekitar 200 hektare,” pungkas Edy.

TAGGED:Berita Kabupaten SemarangBupati Semarang Ngesti NugrahaPertanian Kabupaten Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Daerah

Wakil Bupati Klaten Benny Indra Ardhianto Meninggal Dunia di Usia 33 Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Daerah

117 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Mayoritas Rawat Jalan

Kamis, 29 Jan 2026
Daerah

Januari 2026: Harga Cabai, Bawang, Daging dan Telur Ayam di Pekalongan Turun

Kamis, 29 Jan 2026
Daerah

Sering Meluap Saat Hujan, BPBD Sragen Susur Sungai Wiroko Petakan Titik Penyebab Banjir

Kamis, 29 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?