Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Meriah, Ratusan Warga Saksikan Pertunjukan Seni “Gambang Semarang” di Rumah PoHan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Meriah, Ratusan Warga Saksikan Pertunjukan Seni “Gambang Semarang” di Rumah PoHan

By Athok Mahfud
Senin, 24 Nov 2025
Share
4 Min Read
Pertunjukan seni “Gambang Semarang” di Rumah PoHan berlangsung meriah dan penuh antusiasme pada Minggu (23/11/2025) malam
SHARE

INDORAYA – Pertunjukan seni “Gambang Semarang” yang digelar Dewan Kesenian Semarang bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jawa Tengah pada Minggu (23/11/2025) malam di Rumah PoHan berlangsung meriah dan penuh antusiasme.

Gedung pertunjukan di kawasan Kota Lama itu dipadati ratusan pengunjung dari berbagai kalangan. Mulai dari mahasiswa, pelaku seni, peneliti kebudayaan, komunitas lokal, hingga tokoh-tokoh terkemuka Semarang dan para pegiat warisan budaya kota.

Ketua Dewan Kesenian Semarang, Adhitia Armitrianto, menegaskan bahwa regenerasi merupakan kunci keberlanjutan tradisi.

“Melalui penampilan UKM Kridha Laras, kami ingin membuka ruang apresiasi sekaligus memberi kesempatan bagi seniman muda untuk terlibat aktif dalam pelestarian seni tradisi,” ujarnya.

Acara dimulai tepat pukul 19.00 WIB dengan penampilan pembuka dari Unit Kesenian Satoeboemi, yang membawakan musikalisasi puisi secara menarik dan memikat. Aksi pembuka ini berhasil membangun suasana apresiatif sekaligus menyiapkan energi penonton untuk menyambut pertunjukan utama.

Momen yang paling ditunggu akhirnya hadir ketika UKM Kridha Laras Universitas Negeri Semarang naik panggung membawakan seni Gambang Semarang secara penuh. Penampilan mereka mendapat apresiasi besar dari penonton, terutama berkat penguasaan instrumen, teknik vokal, serta penataan repertoar yang rapi dan intens.

Dengan harmonisasi khas Gambang Semarang yang memadukan unsur Tionghoa, Jawa, dan tradisi pelabuhan, kelompok muda ini tampil sangat atraktif dan menunjukkan kemampuan artistik yang tidak main-main.

Yang membuat pertunjukan malam itu semakin hidup adalah hadirnya drama komedial sebagai selingan di antara lagu-lagu yang dibawakan. Drama pendek ini sukses mengundang tawa dan tepuk tangan, memberi dinamika segar sekaligus menunjukkan bahwa Gambang Semarang dapat diterima generasi masa kini.

Respons penonton yang hangat menunjukkan bahwa pendekatan kreatif semacam ini dapat menjadi strategi penting dalam merawat tradisi agar tetap dekat dengan masyarakat.

Pimpinan Produksi acara, Kesit Widjanarko mengakui bahwa pihaknya benar-benar puas melihat bagaimana ruangan terisi penuh oleh para pengunjung dari beragam latar belakang.

“Kehadiran Ibu Sylvie—kolektor, arsiparis, sekaligus pemilik Rumah PoHan—bersama Pak Ong Po Han, Ibu Grace, dan Prof. Hardhono yang selama ini peduli terhadap perkembangan budaya kota, serta perwakilan dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Jawa Tengah, menunjukkan bahwa acara ini telah menjadi titik temu lintas disiplin.” ujar dia.

Seperti yang disampaikan Kesit, dari perjumpaan inilah kita dapat berharap tumbuhnya sebuah forum resmi yang kelak dapat berbicara lebih jauh tentang pengembangan identitas budaya kota.

Melihat tingginya antusiasme pengunjung, Dewan Kesenian Semarang dan Rumah PoHan tengah mempertimbangkan untuk menjadikan pertunjukan ini sebagai agenda tahunan, sebagai bentuk selebrasi bagi Gambang Semarang sekaligus upaya memperkuat identitas budaya kota.

Dalam konteks pelestarian tradisi lintas generasi, Yvonne Sibuea, periset kebudayaan Tionghoa dari EIN Institute, menekankan pentingnya menjaga relevansi Gambang Semarang terhadap perkembangan zaman.

“Kesenian seperti Gambang Semarang hanya bisa terus hidup bila ia disambungkan dengan generasi hari ini. Tradisi bukan sekadar benda masa lampau; ia harus bernafas dan berbicara dengan cara yang bisa dipahami anak muda. Ketika generasi baru terlibat, maka tradisi tidak hanya dilestarikan, tetapi juga tumbuh bersama perubahan zaman,” ujarnya.

Kegiatan ini tidak hanya menghidupkan kembali salah satu kesenian khas Semarang, tetapi juga menunjukkan kekuatan kolaborasi antara komunitas seni, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Dukungan publik yang begitu kuat menjadi dorongan penting bagi upaya pelestarian tradisi di tengah perkembangan zaman.

TAGGED:Dewan Kesenian SemarangGambang Semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Semarang

98.545 Peserta PBI Nonaktif, Pemkot Semarang Siapkan Skema UHC

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Dari Balikpapan Hingga Papua, Karya Barongsai Pengrajin Semarang Diburu Jelang Imlek

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Kota Semarang Hasilkan 1.200 Ton Sampah Per Hari, Penerapan 3R Tak Maksimal

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Teror Pinjol Makin Brutal! Tujuh Ambulans Dipesan Fiktif, Diminta Tagih Utang Rp14 Juta

Kamis, 05 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?