Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Mensos Tegaskan MBG Prioritaskan Disabilitas Desil 1–4, Fokus Kelompok Paling Rentan
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Nasional

Mensos Tegaskan MBG Prioritaskan Disabilitas Desil 1–4, Fokus Kelompok Paling Rentan

By Redaksi Indoraya
Minggu, 25 Jan 2026
Share
3 Min Read
Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (Foto: Istimewa)
SHARE

INDORAYA – Kementerian Sosial menegaskan program Makan Bergizi Gratis (MBG) bagi penyandang disabilitas dan lansia akan diarahkan pada kelompok masyarakat dengan tingkat kerentanan tertinggi. Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menyatakan, penerima MBG dari kalangan disabilitas diprioritaskan pada desil 1 hingga desil 4.

“Tentu yang difokuskan ke desil 1, desil 2, sampai 4. Kita prioritaskan itu. Jadi memang diprioritaskan paling membutuhkan,” kata Gus Ipul sehabis menghadiri Acara HUT ke-60 Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni), di Taman Ismail Marzuki, Jakarta, Minggu (25/1/2026).

Gus Ipul menjelaskan, pelaksanaan MBG disesuaikan dengan kapasitas dan alokasi yang saat ini dimiliki Kementerian Sosial. Untuk tahap awal, Kemensos baru mampu menjangkau puluhan ribu penerima dari kalangan penyandang disabilitas.

“Kita kan baru memiliki alokasi sekitar 35 ribu penyandang disabilitas yang memperoleh dukungan untuk mendapatkan makan bergizi gratis khusus penyandang disabilitas,” ucapnya.

Mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), jumlah penyandang disabilitas di Indonesia tercatat lebih dari 15 juta orang. Namun, data tersebut masih dalam proses verifikasi sekaligus pengelompokan berdasarkan tingkat kesejahteraan atau desil.

“Nanti kita tunggu hasilnya, mana yang di desil 1, desil 2, sampai desil 10. Karena mereka ini juga banyak yang sudah punya usaha, sukses, tapi banyak juga yang masih memerlukan perlindungan dan jaminan sosial dari pemerintah. Jadi dengan begitu kalau data kita makin akurat, insyaallah intervensi kita juga makin akurat,” tuturnya.

Sebelumnya, Gus Ipul mengungkapkan bahwa Kementerian Sosial tengah menyiapkan program MBG bagi lansia dan penyandang disabilitas dengan target penerima lebih dari 100 ribu orang. Program tersebut menyasar lansia terlantar serta penyandang disabilitas yang membutuhkan dukungan negara.

“Jadi kan kita sudah ada itu perencanaan untuk memberikan MBG gratis untuk lansia terlantar di atas usia 75 tahun. Ada 100 ribu lebih. Kemudian MBG untuk penyandang disabilitas, tapi memang baru 36 ribu belum banyak. Mudah-mudahan lah ini lagi kita proses,” kata Gus Ipul kepada wartawan, Kamis (8/1).

Ia menambahkan, program MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas telah mendapatkan persetujuan Presiden Prabowo Subianto. Selain bantuan makanan bergizi, Kemensos juga menyiapkan pendampingan melalui care giver atau pengasuh bagi lansia terlantar.

“Untuk yang disabilitas 36 ribu tahun ini. Jadi MBG untuk lansia dan penyandang disabilitas. Sudah disetujui Presiden. Nanti kita juga lagi kembangkan tapi ini lagi proses melatih care giver pelatih pengasuh. Jadi disamping mengantarkan apa itu mengantarkan makanannya itu, karena mereka kan rata-rata hidup sendiri, itu mereka bisa memberikan perawatan lah atau pengasuhan,” ucapnya.

TAGGED:Acara HUT ke-60 Persatuan Tunanetra Indonesia (Pertuni)MBG
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Nasional

TNI Siapkan Calon Pasukan untuk Misi Dewan Perdamaian Gaza

Senin, 09 Feb 2026
Nasional

Thomas Djiwandono Resmi Dilantik Jadi Deputi Gubernur BI oleh Mahkamah Agung

Senin, 09 Feb 2026
Nasional

Mendag Budi Sita Pakaian Bekas Impor Rp248 Miliar, Pemerintah Perketat Peredaran Barang Ilegal

Kamis, 05 Feb 2026
Nasional

Komdigi Buka Suara Soal Dugaan Kebocoran Data Pelamar Kerja, Proses Internal Dilakukan

Rabu, 04 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?