Ad imageAd image

Menkominfo Dorong Elon Musk Buka Kantor Starlink di Indonesia

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 836 Views
3 Min Read
Me Kominfo Budi Arie. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Budi Arie Setiadi mendorong Elon Musk untuk membuka kantor Starlink atau Network Operation Center (NOC) di Indonesia setelah produk mereka resmi dijual di Indonesia. Tujuannya adalah untuk mencegah kebocoran atau penyalahgunaan data konsumen.

Menurut Budi Arie, keberadaan NOC di Indonesia sangat penting karena negara ini memiliki undang-undang perlindungan data. Jika NOC tidak ada di Indonesia, Starlink dapat dimanfaatkan untuk kegiatan seperti judi online dan pornografi. Oleh karena itu, pemerintah tetap mendesak agar NOC ada di Indonesia.

BACA JUGA:   Elon Musk Berceletuk di Twitter Ingin Beli Coca Cola

Starlink adalah layanan internet satelit yang dikembangkan oleh SpaceX, perusahaan teknologi milik Elon Musk. Layanan ini menggunakan satelit rendah bumi (LEO) untuk menyediakan akses internet berkecepatan tinggi ke daerah-daerah terpencil di seluruh dunia.

Hari ini, Starlink akan diluncurkan di salah satu puskesmas di Bali sebagai bagian dari upaya pemerataan akses internet di seluruh provinsi Indonesia, terutama yang terpencil, dan akan terintegrasi dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan.

Budi Arie mendorong Starlink untuk membuka kantor di Indonesia agar pemerintah dapat mengambil langkah-langkah jika terjadi pelanggaran terhadap regulasi yang berlaku di Indonesia. Namun, pembahasan ini masih dalam tahap awal dan membutuhkan dukungan dari berbagai pihak.

BACA JUGA:   Tesla Bakal PHK 4 Persen Karyawannya

“Ini bagian dari diplomasi kita. Kita sedang mendiskusikan itu. Jadi saya nggak mau mereka seperti tidak ada tanggung jawab ke kita, buset deh, ini berbahaya. Satelit ini kan bergerak, nanti pas masuk ke negara lain data kita diambil, kita juga nggak mau itu. Kita jaga bersama, mohon dukungannya karena ini alot juga, kelas berat,” kata Budi Arie dalam konferensi pers di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC), Minggu (19/5/2024).

Secara teknis, Budi Arie menyebut bahwa Starlink telah memenuhi persyaratan sebagai penyelenggara telekomunikasi di Indonesia, termasuk memiliki badan usaha Starlink Service Indonesia dan telah lulus Uji Laik Operasi (ULO). Namun, yang masih menjadi pertanyaan adalah kantor di Indonesia yang akan mengurus NOC dan customer service.

BACA JUGA:   Menkominfo Sebut CEO Microsoft Bakal Kunjungi Jokowi Besok Pagi

Budi Arie menekankan pentingnya customer service sebagai perlindungan konsumen dan data. Dengan adanya customer service yang beroperasi di Indonesia, pemerintah dapat lebih mudah menangani kasus penipuan atau masalah lainnya.

Share this Article