Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: MEJIC 2025: Ajang Promosi Budaya dan Potensi Jateng di Mata Dunia
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

MEJIC 2025: Ajang Promosi Budaya dan Potensi Jateng di Mata Dunia

By Redaksi Indoraya
Kamis, 30 Okt 2025
Share
3 Min Read
MEJIC 2025: Ajang Promosi Budaya dan Potensi Jateng di Mata Dunia.
SHARE

​INDORAYA – Program “Magnificent Javanese Interdisciplinary Course (MEJIC)” tahun 2025 diharapkan dapat menjadi sarana promosi efektif untuk memperkenalkan budaya dan potensi Jawa Tengah ke kancah internasional.

Asisten Administrasi Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Tengah, Dhoni Widianto, menyampaikan harapan ini saat menerima kunjungan para peserta MEJIC 2025 di Resto Aroem Semarang, pada Selasa, (28/10/2025).

​Mewakili Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Doni mengucapkan terima kasih atas antusiasme para mahasiswa asing terhadap kebudayaan dan upaya pelestarian lingkungan di Jawa Tengah.

Doni berharap kehadiran mahasiswa dari berbagai negara ini akan memberikan dampak positif, khususnya melalui kontribusi keilmuan mereka. Beliau menekankan bahwa pembangunan Jawa Tengah memerlukan kolaborasi dari berbagai pihak.

​”Keberhasilan dalam membangun Jawa Tengah tidak akan bisa terlaksana tanpa dukungan semua pihak, termasuk masyarakat dan kalangan akademisi,” ujarnya.

MEJIC 2025 mengusung tema pengenalan budaya Jawa dan kelestarian lingkungan. Doni meyakini, setelah kembali ke negara asal mereka, para peserta akan menceritakan beragam hal tentang Jawa Tengah, mulai dari kuliner, pariwisata alam, hingga keramahan masyarakatnya, sehingga ini menjadi ajang promosi yang efektif.

Wakil Rektor bidang Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Wijayanto, menjelaskan bahwa MEJIC 2025 melibatkan peserta dari 14 kampus yang berasal dari 18 negara, termasuk Palestina, Afghanistan, India, Thailand, dan Mesir. Mahasiswa asing ini datang ke Undip untuk mempelajari makna strategis budaya Jawa dan upaya pelestarian lingkungan.
​
​“Melalui MEJIC, Undip memperkenalkan budaya Jawa sekaligus ajakan untuk menjaga kelestarian lingkungan,” jelasnya.

Wijayanto menambahkan, Undip telah menjalin kolaborasi erat dengan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, seperti pada program desalinasi dan giant sea wall.

Ia berharap program MEJIC ini juga dapat mempererat sinergi antara Undip dengan Pemprov Jateng.
​
​”Setiap tahun peserta MEJIC terus bertambah. Saat ini ada ratusan, ke depan ada ribuan atau puluhan ribu, tentu saja akan mendukung promosi tentang budaya Jawa Tengah di negeri asal para mahasiswa ini,” katanya.

Sementara itu, sejumlah peserta MEJIC 2025 turut mengungkapkan kesan positif mereka selama berada di Jawa Tengah.

Seorang mahasiswa asal Palestina, Nour, menyatakan rasa senangnya dapat belajar budaya Jawa dan berkontribusi pada pelestarian lingkungan. Ia juga terharu dengan perhatian masyarakat Indonesia terhadap Palestina.
​
​”Setiap bertemu dengan orang Indonesia dan saya bilang dari Palestina, mereka senang sekali bantu saya. Sangat happy dan bersyukur kepada orang Indonesia yang banyak membantu Palestina,” katanya dalam Bahasa Indonesia.

Hal senada disampaikan mahasiswa asal Afganistan, Rahmatullah, yang merasa sangat nyaman dan terkesan dengan kebaikan warga Jawa Tengah, terutama saat membantu memberikan informasi di jalan.

“Kebaikan warga Jawa Tengah ini benar-benar membuat saya merasa aman dan tenang, seakan saya sedang berada di rumah kedua,” ucapnya.

TAGGED:MEJIC 2025
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat Selasa, 10 Feb 2026
  • Pasar Imlek Semawis 2026 Kembali Hadir, Simbol Harmoni Budaya dan Toleransi Warga Semarang Selasa, 10 Feb 2026
  • Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati Selasa, 10 Feb 2026
  • Hotman Paris Ungkap Fakta Sidang Sritex: Seluruh Kredit Lunas, Negara Tak Rugi Senin, 09 Feb 2026
  • Langgar Keselamatan, Pikap Angkut Penumpang Dihentikan PJR di Tol Pejagan–Pemalang Senin, 09 Feb 2026
  • Sambut Ramadan 2026, Nusatu by ARTOTEL Hadirkan Paket Buka Puasa 8 Bayar 7 Senin, 09 Feb 2026
  • Dokumen Ungkap Obsesi Jeffrey Epstein pada Rekayasa Genetika dan Ide “Manusia Unggul” Senin, 09 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Pemprov Jateng Dorong Mahasiswa Lahirkan Gagasan Atasi Persoalan Masyarakat

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Bangun SMA Negeri di Tambakromo dan Jaken Pati

Selasa, 10 Feb 2026
Jateng

Pemprov Jateng Bakal Revitalisasi Museum, dari Gudang Artefak Jadi Destinasi Wisata Unggulan

Senin, 09 Feb 2026
Jateng

Februari Puncak Musim Hujan, Warga Jateng Diminta Waspada Bencana Hidrometereologi

Senin, 09 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?