Ad imageAd image

Maruar Sirait Minta Rakyat Pilih Pakai Hati: Jadilah Petugas Rakyat, Bukan Petugas Partai

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 810 Views
2 Min Read
Maruarar Sirait. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Maruarar Sirait mengungkapkan bahwa seorang pemimpin itu petugas rakyat, bukan petugas partai. Dia pun mengajak rakyat memilih pemimpin dengan menggunakan hati.

Pria yang akrab disapa Ara itu kemudian menanggapi keluarnya Ketua Umum Pemuda Katolik (PK) Stefanus Gusma dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

“Saya tidak mengajak, tapi ikutilah hati. Berpolitik itu harus ikuti hati, jadilah petugas rakyat. Jangan jadi petugas partai,” jelas saat menghadiri Suara Muda Indonesia untuk Prabowo-Gibran di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (27/1/2024).

BACA JUGA:   Mahasiswa Penggugat Batas Usia Capres-Cawapres Bantah Hubungan dengan Gibran: Itu Murni Ide Saya

Sebelumnya, Ara sendiri menjabat sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP) dan ikut keluar dari PDIP. Dia keuar dari PDIP dengan alasan, mengikuti langkah Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Saya mendukung Prabowo-Gibran karena mengikuti langkah Pak Jokowi. Saya percaya Pak Jokowi merupakan pemimpin yang dipercaya rakyat Indonesia,” imbuh dia.

Ara optimis bahwa pilihan Jokowi pasti yang terbaik, mengingat indeks kepercayaan masyarakat kepada Jokowi telah mencapai angka 83 persen.

“Indeks kepercayaan masyarakat ke Pak Jokowi sudah 83 persen. Itu paling tinggi di dunia saat ini. Narendra Modi (Perdana Menteri India) mungkin sekitar 75 persen. Sekarang Jokowi sudah 83 persen. Pilihannya beliau pasti yang terbaik,” bebernya.

BACA JUGA:   Respon Bima Arya soal Elektabilitas Ganjar Usai Pembatalan Piala Dunia U-20

Di lain sisi, pernyataan soal petugas partai pernah disampaikan Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrasi Indonesia (PDIP) Megawati Soekarnoputri, yang disematkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), yang merupakan kader PDIP.

“Saya sampai bingung, lho kok saya bilang Pak Jokowi petugas partai, kader, lho kok saya diomongkan terlalu sombong. Itu AD ART di partai kita,” katanya di lokasi Rakernas, JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Minggu (1/10/2023).

Namun, Mega juga mengklaim dirinnya merupakan petugas partai yang ditugaskan Kongres PDIP untuk bertanggung jawab sebagai Ketum PDIP.

BACA JUGA:   Jokowi Imbau Masyarakat Tak Terika-Teriak Curang: Ada Bukti Laporkan Bawaslu

“Saya pun petugas partai. Ditugasi oleh Kongres Partai untuk menjadi, dipilih oleh kalian untuk bertanggung jawab sebagai ketua umum,” tutur dia.

Share this Article
Leave a comment