Ad imageAd image

Mahfud MD Nyatakan Siap Mundur dari Menkopolhukam, Menunggu Momentum Tepat

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 50 Views
3 Min Read
Calon wakil presiden nomor urut 3, Mahfud MD siap mundur dari jabatan Menkopolhukam RI. Ini dikatakannya dalam acara Tabrak Prof di Angkringan Borjuis, Kota Semarang, Selasa (23/1/2024) malam.

INDORAYA – Mahfud MD menyatakan siap mundur dari jabatannya sebagai Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) RI. Dia masih menunggu momentum yang tepat untuk mundur dari Kabinet Indonesia Maju Presiden Joko Widodo.

Hal itu dikatakan Mahfud MD yang juga calon wakil presiden nomor urut 3 saat menjawab pertanyaan dari seorang mahasiswa dalam acara Tabrak Prof di Angkringan Borjuis, Kota Semarang, Selasa (23/1/2024) malam.

Awalnya Mahfud ditanya soal pernyataan Ganjar Pranowo yang menyarankan pejabat publik yang ikut berkontestasi di Pemilu 2024 untuk mundur, termasuk Mahfud MD.

BACA JUGA:   Komentari Rancangan Dapil Pemilu 2024, Eks Ketua KPU Semarang Usulkan Penataan yang Lebih Proporsional

“Yang disampaikan Pak Ganjar sore ini adalah kesepakatan saya dengan Pak Ganjar sejak awal. Bahwa saya pada saatnya yang tepat nanti pasti akan mengajukkan pengunduran diri secara baik-baik,” katanya.

Dia memaparkan, pada saat debat cawapres kemarin, dia menyampaikan terima kasih kepada Presiden Joko Widodo yang telah memberi mandat sebagai Menkopolhukam untuk dapat memperjuangkan keadilan hukum bagi masyatakat.

“Pada saat penutupan debat cawapres, saya membacakan sebuah pernyataan, saya berterima kasih pada Pak Jokowi yang telah mengangkat saya sebagai empat setengah tahun lalu Menkopolhukan dan saya membantunya,” beber Mahfud.

BACA JUGA:   Akomodir Hak Suara Pemilih Disabilitas, KPU Jateng Pastikan Seluruh TPS Ramah Difabel

Mahfud menyatakan bersedia mundur dari jabatannya dan fokus dalam Pilpres 2024. Namum dia masih menunggu momentum yang tepat untuk mengundurkan diri.

“Sekarang saya bersedia bersama Mas Ganjar untuk melanjutkan tugas-tugas. Bagi saya Pak Ganjar calon presiden yang pro rakyat,” ungkapnya.

Mahfud juga mengungkapkan alasannya belum mengundurkan diri hingga saat ini sejak diusung menjadi cawapres. Dari segi aturan, tidak ada larangan menteri harus mundur.

“Karena begini, menurut aturan tidak dilarang. Dulu tidak dilarang, menteri, wali kota tidak harus mundur,” ujarnya.

Alasan kedua, dia ingin memberikan contoh kepada pejabat publik lainnya bahwa meskipun menjadi kandidat di Pemilu, Mahfud tidak menggunakan fasilitas negara untuk pemenangan.

BACA JUGA:   Petugas KPPS di Kendal Meninggal Saat Menghitung Suara Pemilu, Diduga Serangan Jantung

“Yang kedua saya ingun memberi contoh kalau saya ini menjadi calon wakil presiden dengan merangkap jabatan, apakah saya menggunakan kedudukan memanfaatkan fasilitas negara atau tidak? Saya tidak pernah menggunakan fasilitas negara apapaun,” tegas Mahfud.

“Saya tidak mau menggunakan fasilitas kepemerintahan. Maksud saya agar ini ditiru oleh orang lain, kemudian situasinya tidak berimbang. Pihak lain tampak menggunakan jabatan, saya ingin memberi pelajaran etika kepada para pejabat,” tandas dia.

Share this Article
Leave a comment