Ad imageAd image

Luhut Sarankan Prabowo Prioritaskan Beli Kapal Riset Canggih

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 661 Views
2 Min Read
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan memberikan rekomendasi kepada presiden terpilih Prabowo Subianto untuk membeli kapal riset dengan peralatan canggih. Menurut Luhut, kapal ini diperlukan untuk memetakan kekayaan laut dalam serta potensi bencana.

“Saya akan mendorong Pak Prabowo agar hal ini menjadi prioritas,” ujar Luhut, Rabu (15/5/2024).

Luhut menyatakan bahwa pemerintah memiliki anggaran untuk membeli kapal riset dengan peralatan canggih. Salah satu contohnya adalah OceanXplorer, kapal milik lembaga nonprofit OceanX yang digunakan untuk eksplorasi kelautan, dengan harga sekitar Rp 3,5 triliun.

BACA JUGA:   Konsolidasi di Bangka Belitung, Prabowo; Saya Mantan Serdadu, Bahasa Saya Apa Adanya

Luhut menekankan bahwa kapal riset tidak perlu mewah, yang penting adalah kelengkapan peralatan canggihnya. “Indonesia harus lebih agresif, tidak bisa menunggu. Masa negara sebesar kita ini tidak punya kapal untuk penelitian,” katanya.

Untuk itu, Luhut menyarankan kerja sama dengan instansi lain, baik dalam negeri maupun luar negeri, untuk memetakan kekayaan alam laut dalam dan potensi bencana yang ada di dasar laut.

Kapal milik OceanX tersebut dilengkapi dengan peralatan canggih seperti remote operated vehicle (ROV) yang mampu menyelam hingga kedalaman 6.000 meter dan memiliki laboratorium.

BACA JUGA:   Real Count KPU 77,91 Persen: Prabowo-Gibran Unggul 58,85 Persen

“Kita tidak perlu membuat kapal yang mewah, tetapi harus memiliki teknologi paling mutakhir. Kapal ini juga bisa menjadi tempat belajar bagi anak-anak muda Indonesia, seperti universitas terapung,” jelas Luhut.

Luhut menjelaskan bahwa lebih dari 70 persen wilayah Indonesia adalah laut dengan garis pantai lebih dari 108 ribu kilometer dan 17.504 pulau.

Kekayaan laut Indonesia meliputi keanekaragaman hayati, perikanan, karbon biru, energi baru terbarukan, dan merupakan jalur perdagangan dunia. Namun, hanya sekitar 19 persen perairan Indonesia yang sudah dipetakan dan kurang dieksplorasi, terutama laut dalam. Indonesia memiliki titik perairan dalam seperti Palung Jawa dengan kedalaman 7.180 meter, Laut Banda dengan kedalaman 7.440 meter, dan Laut Sulawesi dengan kedalaman 6.200 meter.

BACA JUGA:   Hadiri Maulid Raya Aceh, Sekjen Gerindra Sampaikan Pesan Perdamaian dari Prabowo
Share this Article
Leave a comment