Ad imageAd image

Luhut Pastikan Ketersediaan Charger Mobil Listrik Sepanjang Jakarta-Surabaya

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 789 Views
2 Min Read
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhun Binsar Pandjaitan. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan memastikan bahwa semua kementerian dan lembaga (K/L) bekerja sama dalam menyediakan stasiun pengisian ulang untuk kendaraan listrik dari Jakarta hingga Surabaya.

Luhut menegaskan hal ini melalui akun Instagram pribadinya @luhut.pandjaitan pada Selasa (19/3/2024).

“Sekarang kami akan memastikan bahwa semua kementerian dan lembaga (K/L) harus memasang stasiun pengisian listrik dari sini hingga ke timur sana,” kata dia, dikutip pada Rabu (20/3/2024).

“Sehingga nantinya, saat Lebaran, kami akan memastikan bahwa jika seseorang menggunakan mobil atau motor listrik dari Jakarta ke Surabaya, akan ada stasiun pengisian di jalur tersebut,” tambahnya.

BACA JUGA:   One Way Tol Kalikangkung sampai Cikampek Diperpanjang Hingga Selasa Pukul 12.00

Luhut menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan untuk membangun ekosistem kendaraan listrik di Indonesia, terutama dengan masuknya produsen mobil listrik asal China ke pasar Indonesia.

Menko Marves Luhut juga menyatakan bahwa Deputi Bidang Koordinasi Investasi dan Pertambangan Kemenko Marves, Septian Hario Seto, baru saja melakukan kunjungan ke China.

Seto dan timnya dikabarkan mengunjungi Shenzhen dan bertemu dengan pimpinan dari BYD untuk membahas finalisasi investasi pabrik di Indonesia.

Groundbreaking untuk pabrik mobil listrik tersebut direncanakan akan dimulai pada bulan Juli 2024 mendatang, dengan harapan produksi komersial dapat dimulai di Indonesia pada awal tahun 2026.

BACA JUGA:   Lebih Murah Mana, Charge Mobil Listrik Atau Isi Pertalite?

“Ini tentang menciptakan sebuah ekosistem. Kami akan mendorong agar sebanyak mungkin warga kami menggunakan mobil atau motor listrik. Kami telah memberikan insentif di berbagai bidang,” ungkapnya.

Luhut menambahkan, “Saya pikir, melihat kondisi saat ini di China, mereka masih melihat Indonesia sebagai destinasi investasi yang menarik. Jadi, bagi mereka yang mengkritik tindakan kami, saya menyarankan untuk melihat situasi terlebih dahulu sebelum mengeluarkan pendapat.”

Share this Article
Leave a comment