Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Longsor Cilacap: 3 Warga Tewas, 20 Masih Hilang
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

Longsor Cilacap: 3 Warga Tewas, 20 Masih Hilang

By Dickri Tifani
Sabtu, 15 Nov 2025
Share
3 Min Read
Kondisi bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. (Foto: BPBD Jateng)
SHARE

INDORAYA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Tengah melaporkan dampak longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

Peristiwa tersebut memengaruhi 17 keluarga atau total 46 penduduk. Dari jumlah itu, 23 orang berhasil diselamatkan, tiga warga ditemukan meninggal, sementara 20 lainnya masih hilang.

“Korban terdampak itu 17 KK, total 46 jiwa. Dari 46 jiwa, 23 selamat, tiga ditemukan meninggal, dan 20 masih dalam pencarian,” kata Kepala Pelaksana Harian BPBD Jateng, Bergas Catursasi saat dihubungi awak media termasuk Indoraya.News melalui panggilan WhatsApp pada Jumat (14/11/2025) sore.

Bergas menuturkan bahwa upaya pencarian korban terus dilakukan. Cuaca di lokasi sudah tidak hujan, meski kondisi masih berawan dan kadang turun gerimis.

“Situasi saat ini masih dalam proses pencarian. Sejak pagi digelar apel bersama Pak Bupati dan Forkopimda, kemudian dilanjutkan kembali operasinya,” ujarnya.

Proses pencarian melibatkan tim gabungan dari Basarnas, TNI-Polri, PMI, dan para relawan. Basarnas juga membawa peralatan lengkap, termasuk dukungan alat konstruksi.

Di sisi lain, Dinas Sosial tingkat kabupaten maupun provinsi telah menyalurkan bantuan kebutuhan dasar untuk warga yang terdampak.

“Dari TNI–Polri sekitar 200 personel, Polri kurang lebih 120–125 orang. Relawan juga bergantian sekitar 100 sampai 200 orang,” ungkapnya.

Untuk penggunaan alat berat, PUPR dan BBWS Citanduy telah mengerahkan dua ekskavator. Namun, kondisi tanah yang masih sangat lembek membuat alat berat hanya bisa digunakan di titik tertentu.

“Alat berat hanya bisa digunakan di titik yang memungkinkan. Lokasinya curam dan kedalaman longsoran mencapai 10 sampai 30 meter,” jelasnya.

Selain korban meninggal dan hilang, tercatat 11 warga mengalami luka ringan hingga sedang dan sudah mendapat perawatan medis.

Bergas menambahkan bahwa wilayah tersebut merupakan daerah perbukitan dengan risiko longsor tinggi. Warga juga melaporkan adanya retakan tanah beberapa hari sebelum kejadian.

“Retakan itu sempat terisi air saat hujan deras. Longsoran kecil yang tidak terlihat kemudian berkembang menjadi longsor besar. Ini kategori longsoran seliping,” paparnya.

Ia menegaskan bahwa kawasan Banyumas Raya, termasuk Cilacap, saat ini berada pada puncak musim hujan, sehingga curah hujan tinggi membuat struktur tanah semakin rapuh.

BPBD mengimbau warga di daerah lereng atau perbukitan agar segera melapor jika menemukan indikasi tanah retak atau pergeseran kontur tanah.

“Kalau menemukan indikasi sebelum longsor, segera laporkan dan lakukan penutupan retakan. Jangan dibiarkan melebar,” pesannya.

Hingga berita ini dibuat, operasi pencarian masih terus berjalan dan pemerintah daerah menyiapkan dukungan lanjutan bagi keluarga korban serta warga yang terdampak.

TAGGED:BPBD JatengLongsor Cilacap
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gubernur Jateng: Tidak Boleh Ada Penambangan di Kawasan Gunung Slamet Sabtu, 06 Des 2025
  • Cerita Warga Semarang Hobi Berburu Tanda Tangan, Koleksi 1.500 Kartu dan 300 Jersey Pemain Sabtu, 06 Des 2025
  • Pemprov Jateng Siapkan Mekanisme Pidana Kerja Sosial untuk Terpidana Hukuman Ringan Sabtu, 06 Des 2025
  • Gubernur Luthfi Bakal Gelar Dialog Rutin dengan Perantau Jateng di Jabodetabek Sabtu, 06 Des 2025
  • LSSFF 2025 Jadikan Lawang Sewu Sebagai Ruang Kreatif Milenial Semarang Sabtu, 06 Des 2025
  • Berdayakan Ekonomi Umat di Jateng, Baznas RI Luncurkan ZCoffee, BMM, dan 1.300 Zmart Sabtu, 06 Des 2025
  • Anggota DPD RI Desak Polisi Jadikan AKBP Basuki Tersangka di Kasus Kematian Dosen Untag Semarang Sabtu, 06 Des 2025

Berita Lainnya

Daerah

Ayah Tiri di Pemalang Setubuhi Anak Tirinya, Terbongkar Usai Sang Bocah Menangis

Jumat, 05 Des 2025
Daerah

Pemkab Rembang Distribusikan Ratusan Alsintan untuk Perkuat Ketahanan Pangan

Kamis, 04 Des 2025
BeritaDaerahPeristiwa

Ribuan Ikan Mati di Sayung, Uji Lab Pastikan Air Tercemar Lumpur Proyek Tol

Rabu, 03 Des 2025
Daerah

Ratusan Korban Longsor Banjarnegara Masih Mengungsi, Pembangunan Huntara Capai 80 Persen

Senin, 01 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?