Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Lindungi Ekosistem Alam, Pemprov Jateng Ajukan Gunung Slamet Jadi Taman Nasional
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Lindungi Ekosistem Alam, Pemprov Jateng Ajukan Gunung Slamet Jadi Taman Nasional

By Lu'luil Maknun
Kamis, 29 Jan 2026
Share
2 Min Read
Kepala DLHK Jawa Tengah, Widi Hartanto usai menghadiri diskusi pertobatan ekologis di Rumah Uskup Pandanaran, Kota Semarang, Rabu (28/1/2026). (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah mengajukan kawasan Gunung Slamet untuk ditetapkan sebagai taman nasional. Langkah ini dilakukan untuk memperkuat perlindungan ekosistem hutan sekaligus menekan risiko longsor dan banjir bandang di wilayah sekitarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Jawa Tengah, Widi Hartanto mengatakan, pengajuan ini menjadi bagian dari upaya rehabilitasi kawasan hutan di lereng Gunung Slamet yang dinilai semakin rentan terhadap kerusakan lingkungan.

“Termasuk upaya-upaya mengusulkan wilayah Gunung Slamet ini menjadi taman nasional,” ujar Widi saat dikonfirmasi, Kamis (29/1/2026).

Menurut dia, dengan status taman nasional, pemerintah daerah memiliki ruang lebih luas untuk mempercepat pemulihan dan pengelolaan hutan bersama Kementerian Kehutanan.

“Kalau sudah menjadi taman nasional nanti kami lebih mengakselerasi dengan Kementerian Kehutanan untuk melakukan upaya-upaya perbaikan hutan ya. Teman-teman telah melihat beberapa waktu yang lalu ada penebangan, ini bisa direhabilitasi dengan lebih baik lagi,” jelasnya.

Pengajuan kawasan Gunung Slamet sebagai taman nasional sebenarnya telah dilakukan pada 2025. Pada 2026, proses penetapan akan ditindaklanjuti melalui tim lintas sektor, termasuk pemetaan dan kajian kelayakan kawasan.

“Jadi tahun 2026 ini nanti akan turun tim terpadu dari Kementerian Kehutanan, juga ada akademisi yang akan melakukan kajian. Nanti akan di-mapping, mudah-mudahan bisa ditetapkan sebagai taman nasional,” ungkap Widi.

Selain itu, penetapan taman nasional akan disertai dengan pengaturan zonasi kawasan, termasuk pembatasan aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

“Nanti ada pembagian zona-zona. Otomatis karena ini konservasi, kegiatan nanti akan diatur lebih lanjut,” kata Widi.

Widi menambahkan, dorongan pengajuan taman nasional ini muncul karena tekanan lingkungan di lereng Gunung Slamet akibat alih fungsi lahan dan berkurangnya tutupan hutan. Dampaknya, pekan lalu terjadi longsor dan banjir di sejumlah daerah yang terhubung dengan kaki Gunung Slamet.

“Pertama untuk menjaga kelestarian ya, artinya menjaga kelestarian ya. Mungkin kondisi kemarin sudah ada alih fungsi sehingga kita harus terapkan yang lebih,” ujarnya.

DLHK Jateng berharap dengan penetapan ini, fungsi ekologis Gunung Slamet sebagai daerah tangkapan air dapat dipulihkan, sekaligus menekan risiko longsor dan banjir bandang di wilayah hilir.

TAGGED:Berita JatengGunung Slamet
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Jateng

Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal

Sabtu, 07 Feb 2026
Jateng

Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?