INDORAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan pemeriksaan ulang kelayakan wahana permainan di sejumlah objek wisata menjelang libur panjang akhir tahun 2025. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi potensi kecelakaan wisatawan, terutama di tengah kondisi cuaca musim penghujan.
Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah, Muhamad Masrofi mengatakan, uji kelayakan difokuskan pada wahana yang memiliki risiko tinggi, seperti flying fox, jembatan kaca, hingga komedi putar.
“Kita kurangi risiko yang dihadapi karena sekarang musim penghujan. Maka kami lakukan uji kelayakan terhadap wahana yang berisiko, seperti flying fox, komedi putar, dan tentunya jembatan kaca,” ujar dia saat dikonfirmasi. Selasa (30/12/2025).
Masrofi menjelaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan sementara, belum ditemukan permasalahan serius pada operasional wahana permainan di destinasi wisata Jawa Tengah. Seluruh wahana dinilai masih layak untuk dioperasikan selama masa liburan.
Menurutnya, pemeriksaan dilakukan secara menyeluruh dengan melibatkan berbagai pihak, mulai dari Dinas Pariwisata kabupaten/kota, pemilik wahana, hingga tim terpadu dari instansi terkait.
“Hasil uji kelayakan, karena tidak ada berita mencuat, menurut kami kondisinya masih layak. Kita juga sudah koordinasi dengan Dinas Pariwisata di kabupaten maupun kota, termasuk dengan pemilik wahana,” tuturnya.
Selain pemeriksaan wahana, Disporapar Jateng juga melakukan pemantauan langsung di sejumlah destinasi wisata, di antaranya Pantai Jungsemi di Kabupaten Kendal, kawasan wisata Silancur di Magelang, serta beberapa objek wisata waduk di wilayah Jawa Tengah.
Pemantauan tersebut melibatkan Biro Perekonomian Setda Jateng, Dinas Perhubungan Jateng, BMKG, Dinas Pariwisata, serta Forum Komunikasi Kelompok Sadar Wisata (Forkom Pokdarwis) se-Jawa Tengah.
Dari hasil monitoring lapangan, Masrofi menyebut masih ditemukan sejumlah destinasi wisata yang perlu melakukan pembenahan fasilitas pendukung, seperti gazebo, shelter, papan informasi, hingga batas pengaman bagi pengunjung.
“Beberapa tempat wisata perlu memperbaiki papan informasi, shelter, gazebo, dan batas pengaman. Mereka juga harus menyiapkan SDM yang berkompeten serta menyusun daya tampung objek wisata,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah juga terus memantau perkembangan cuaca di setiap wilayah dengan mengacu pada analisis BMKG secara real time. Selain faktor keselamatan, pengelolaan parkir di kawasan wisata turut menjadi perhatian serius.
Masrofi menekankan agar tidak ada lagi praktik premanisme di kantong-kantong parkir destinasi wisata, sejalan dengan surat edaran Gubernur Jawa Tengah yang telah diterbitkan.
“Kita ingin liburan tahun ini menjadi aman dan nyaman bagi wisatawan. Termasuk pengelolaan parkir jangan ada preman, dan penanganan harus dilakukan secara maksimal,” tandasnya.


