Ad imageAd image

Lazis Jateng Fokus 3 Program Tahun 2024, Bakal Berdayakan 86.722 Penerima Manfaat

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 45 Views
2 Min Read
Direktur Eksekutif Lazis Jateng, Ariyanto dalam Media Gathering bertajuk “Kolaborasi Nyata, Wujudkan Kepedulian” di Kafe Kurogi, Pleburan, Kota Semarang, Kamis (1/2/2024) pagi.

INDORAYA – Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan (Lazis) Jawa Tengah (Jateng) pada tahun 2024 ini bakal memberdayakan sebanyak 86.722 penerima manfaat di Jateng. Ada tiga kategori isu sosial yang diangkat pada program tahun ini.

Tiga isu sosial yang diangkat pada program tersebut yaitu pengentasan kemiskinan ekstrem, penurunan angka pengangguran, dan penurunan angka stunting. Hal ini bertujuan membantu 10 progran prioritas dari Penjabat Gubernur Jateng.

Hal ini dikatakan oleh Direktur Eksekutif Lazis Jateng, Ariyanto dalam Media Gathering bertajuk “Kolaborasi Nyata, Wujudkan Kepedulian” di Kafe Kurogi, Pleburan, Kota Semarang, Kamis (1/2/2024) pagi

“Program Lazis 2024 ini kita mengangkat isu tentang pengentasan kemiskinan, kemudian penurunan stunting dan juga penurunan pengangguran ya, nanti kita memberikan dana-dana zakatnya ke isu-isu tersebut. Tentunya kami melakukan assesment dulu di daerah-daerah mana yang menjadi kolam sosial yang nanti kami alirkan dana zakat dari masyarakat tersebut,” katanya.

Ariyanto mengaku pihaknya bakal memastikan zakat tersebut tepat sasaran. Dalam prosesnya Lazis Jateng tak sendiri, melainkan bekerja sama dengan kelurahan di lokasi-lokasi yang telah ditentukan.

“”Biasanya yang pertama kami lakukan adalah penyuluhan di lokasi yang telah ditentukan, bekerjasama dengan stakeholder terkait. Kemudian kami akan lakukan edukasi, selnjutnya kami data kebutuhan mereka apa sesuai dengan laporan dari pihak kelurahan itu,” jelasnya.

Adapun zakat yang disalurkan biasanya berupa paket gizi kepada penerima manfaat yang tersebar di Jateng. Lebih jauh, Ariyanto menyebut Lazis Jateng menyasar penerima manfaat atau mustahiq sesuai dengan Al-Quran. Yakni ada 8 kategori penerima zakat.

Aantara lain orang-orang fakir, orang miskin, amil zakat, yang dilunakkan hatinya (mualaf), untuk (memerdekakan) hamba sahaya, untuk (membebaskan) orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai kewajiban dari Allah.

“Tapi kami akan prioritaskan, bahwa di daerah tersebut mana yang lebih banyak, misalkan cenderung yang fakir atau miskin maka yang kita salurkan ke sana,” tandas Ariyanto.

Share this Article
Leave a comment