Ad imageAd image

Lahan Terdampak Banjir, Perum Bulog Cabang Semarang Akan Serap Gabah Petani

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 710 Views
3 Min Read
Beras SPHP merupakan produk dari Bulog yang bertujuan untuk membantu menstabilkan harga beras di pasaran. (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Sejumlah wilayah Jawa Tengah (Jateng) seperti Demak, Grobogan, dan Kendal pada beberapa waktu yang lalu terendam banjir.

Akibatnya, lahan milik petani di daerah tersebut tergenang air yang menyebabkan mereka gagal panen. Padahal, panen raya diprediksi jatuh pada Mei 2024 lalu.

Menyikapi hal tersebut, Perum Bulog Cabang Semarang menyatakan telah menyiapkan kegiatan penyerapan gabah panen petani yang terdampak banjir.

Pimpinan Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah menyampaikan bahwa bulan Maret lalu itu sudah dimulai panen raya, terutama di sentral produksi seperti Demak, Grobogan dan Kendal.

“Sejak awal tahun, kami melakukan penyerapan beras baik melalui gudang dari kami atau dari sentral penggilingan padi atau pabrik beras yang kita punya di Kendal. Jadi, kita melakukan penyerapan meski beras impor datang, kita tetap konsen melakukan penyerapan beras petani, khususnya yang terdampak banjir,” ujar Rendy saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/4/2024).

BACA JUGA:   Wali Kota Semarang Pantau Harga Bahan Pokok di Pasar Tradisional dan Modern Jelang Nataru

Saat ditanya mengenai bagaimana kualitas gabah yang diambil dari petani terdampak banjir, dia mengaku pengaruhnya yaitu ada pada gabah yang cenderung agak ngedop warnanya.

Sebab itu, pihaknya memfilter gabah yang terdampak banjir agar sesuai dengan kualitas beras yang ditentukan pemerintah.

“Tetapi tak menuntup kemungkinan tetap dilakukan penyerapan, kita dibantu dengan sentral penggilingan yang ada di Kendal.
Kita mempunyai alat canggih bisa memfilter beras-beras tidak memenuhi kualitas itu bisa menghasilkan beras yang sesuai dengan ketentuan dari pemerintah,” katanya.

BACA JUGA:   Pakar Tata Lingkungan Bicara Soal Banjir Semarang, Singgung Pengembang Perumahan di Kawasan Perbukitan

Sebelumnya diberitakan, Perum Bulog Cabang Semarang menjamin ketersediaan stok tercukupi dan aman hingga dua bulan kedepan. Pasalnya, stok beras yang dimiliki di gudang Bulog di 6 kota dan kabupaten yakni memiliki sebanyak 5 ribu ton.

Selain itu, pihak Bulog juga telah melakukan penambahan stok beras dari import sebanyak 5 ribu ton. Total keseluruhan untuk stok beras saat ini yakni berjumlah 10 ribu ton.

“Total stok yang kita kuasai baik fisik maupun persediaan dalam perjalanan. Totalnya ada 10 ribu ton, jadi ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sampai dua bulan kedepan,” ujar Pimpinan Bulog Cabang Semarang, Rendy Ardiansyah saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (2/3/2024).

BACA JUGA:   PSIS Semarang Bertandang ke Markas Madura United, Suporter Diminta Tidak Hadir

Dengan melihat total keseluruhan stok beras yang dimiliki Perum Bulog Cabang Semarang, Rendy menyakini stok beras yang dimilikinya sangat mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga puncak Hari Raya Idul Fitri 2024.

“Jadi untuk menjelang Lebaran ini, Insyaallah stok sangat aman,” lanjutnya.

Bahkan untuk stabilkan harga bahan pokok, pihaknya terus melakukan operasi pasar hingga bantuan pangan.

“Kami tetap melakukan operasi pasar, melanjutkan program bantuan pangan yang rencana sampai bulan Juni,” paparnya.

Share this Article
Leave a comment