Ad imageAd image

Kunjungan Wisatawan di Klaten Tertinggi di Jateng Saat Lebaran, Kalahkan Kota Semarang

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 765 Views
2 Min Read
Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata Jawa Tengah, Agung Hariyadi. (Foto: Dok. Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Jumlah kunjungan wisatawan di Kabupaten Klaten pada saat momen libur Lebaran tahun 2024 mengalahkan Kota Semarang. Ini berdasarkan data dari Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah per 15 April 2024.

Tercatat kunjungan wisatawan di daerah berjuluk “Seribu Candi” tersebut mencapai 335.793 orang. Jumlah ini mengalahkan Kota Semarang yang mendapat 335.595 kunjungan.

Dengan ini, angka kunjungan wisatawan di Klaten menjadi yang terbanyak dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah. Data Disporapar ini tercatat mulai tanggal 6 hingga 15 April 2024.

BACA JUGA:   'Kandang Banteng' Jawa Tengah Dinilai Sangat Mungkin Dijebol Prabowo-Gibran

Kepala Disporapar Jateng, Agung Hariyadi mengatakan, objek wisata yang paling banyak dikunjungi di Klaten yakni Taman Wisata Candi Brambanan dengan 85.975 wisatawan, Umbul Pelem 28.773, dan Objek Mata Air Cokro 23.797 kunjungan.

Meski Klaten menjadi daerah dengan kunjungan wisata terbanyak, namun jumlah wisatawan di Candi Prambanan masih di bawah destinasi wisata di daerah lain. Seperti Kota Lama Semarang, Masjid Sheikh Zayed Solo, dan Festival Balon Wonosobo.

“Iya (Klaten tertinggi). Tapi untuk DTW masih kalah populer dengan Kota Lama Semarang (143.545 wisatawan), terus Masjid Sheikh Zayed Solo (128.103 wisatawan) dan Festival Balon Wonosobo (52.000 wisatawan),” kata Agung kepada saat dihubungi, Rabu (17/4/2024).

BACA JUGA:   Beredar Foto Mobil Jazz Terbengkalai di Jalan Medoho Semarang, Ternyata Pemiliknya Anggota Polda Jateng

Dia menilai, kalahnya kunjungan Objek wisata di Klaten dipengaruhi promosi di media sosial di masing-masing tempat wisata. Selain itu, tidak adanya tarif masuk juga membuat wisatawan membludak di sejumlah tempat wisata.

“Masjid Sheikh Zayed masih ramai di medsos, termasuk Festival Balon kan malah viral saat ini di medsos, maka berdampak ke peminatan berkunjung tinggi. Apalagi untuk Kota Lama Semarang tidak bertiket juga cukup mempengaruhi,” beber Agung.

Share this Article
Leave a comment