Ad imageAd image

Kuasa Hukum Prabowo-Gibran Nilai Gugatan Saksi Ganjar-Mahfud Tak Relevan dengan Perkara

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 689 Views
2 Min Read
Tim Kuasa Hukum dari Prabowo-Gibran, Nicholay Aprilindo. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Tim Kuasa Hukum dari Prabowo-Gibran, Nicholay Aprilindo, menilai bahwa saksi-saksi yang dihadirkan oleh tim hukum dari Ganjar-Mahfud dalam sidang sengketa gugatan hasil pilpres di Mahkamah Konstitusi (MK) tidak secara langsung terkait dengan inti permasalahan.

Nicholay menyatakan bahwa kesaksian yang diberikan tidak secara relevan dengan pokok perkara yang diajukan oleh pihak yang mengajukan gugatan.

“Beberapa keterangan saksi di sini tidak memiliki kolerasi langsung dengan pokok perkara yang dimohonkan oleh para pemohon. Demikian juga tidak menjelaskan relevansi apa keterangan saksi itu terhadap permohonan. kita melihat keterangan dari saksi itu yang tidak memiliki korelasi secara yuridis,” kata Nicholay dalam konferensi pers di MKRI, Jakarta, Selasa (2/4/2024).

BACA JUGA:   8 Parpol di DPR Tolak Pemilu Sistem Tertutup

Ketua Tim Hukum dari Prabowo-Gibran, Yusril Ihza Mahendra, juga menyatakan bahwa hampir semua saksi yang dihadirkan mengklaim telah melaporkan pelanggaran kepada panitia pengawas pemilu (Panwaslu). Menurut Yusril, hal ini seharusnya menunjukkan bahwa masalah tersebut sudah diselesaikan.

Dia menjelaskan bahwa meskipun saksi-saksi tersebut menceritakan adanya pelanggaran di berbagai tempat seperti Pandeglang, Banten, Gunungkidul, Yogyakarta, dan Medan, hampir semua telah melapor dan ditindaklanjuti oleh Panwas Bawaslu. Oleh karena itu, menurut Yusril, masalah tersebut seharusnya sudah selesai dan tidak dapat lagi dibawa ke MK.

BACA JUGA:   TKN Bakal Kirim 10 Ribu Relawan Jadi Amicus Curiae ke MK

Namun, terkait dengan pelanggaran terstruktur, sistematis, dan masif (TSM), Yusril menyatakan bahwa hal tersebut tidak dapat dibuktikan hanya dengan menghadirkan tujuh saksi.

“Jadi, kalau yang selama ini didalilkan oleh para pemohon, khususnya pemohon 2, bahwa mereka akan membuktikan terjadinya pelanggaran TSM terstruktur sistematis dan masif dengan hanya menghadirkan 7 orang saksi, dia tidak bisa membuktikan apa-apa,” papar dia.

 

Share this Article
Leave a comment