Ad imageAd image

KSIC Semarang Beberkan Kriteria Calon Pemimpin Ideal untuk Hadapi Tantangan Masa Depan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 948 Views
2 Min Read
KSIC Kota Semarang menggelar FGD bertajuk “Menelisik Pemimpin Ideal Bagi Kaula Muda” di Gedung ICMI Orwil Jateng, di Kota Semarang, Selasa (14/11/2023).

INDORAYA – Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Studi Insan Cita (KSIC) Kota Semarang menggelar Focus Group Discussion (FGD) yang bertajuk “Menelisik Pemimpin Ideal Bagi Kaula Muda”.

Kegiatan diskusi dilaksanakan di Gedung Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Jawa Tengah, di Kota Semarang, Selasa (14/11/2023).

Pemantik diskusi, Rahmatullah Yudha menekankan pentingnya modalitas ekonomi bagi seorang pemimpin. Menurut aktivis HMI ini, ekonomi dan politik saling berkaitan. Maka seorang pemimpin perlu  memiliki modalitas ekonomi menghadapi tantangan ke depan.

“Oleh karena itu pemimpin ideal hari ini salah satu aspeknya harus memiliki kemandirian dan mampu membangun ekonomi keumatan,” ucap mahasiswa Ekonomi Universitas Diponegoro Asal Sumatera Barat tersebut.

Pemantik kedua, Doni Pratama Siregar menekankan pentingnya intelektualitas bagi seorang pemimpin. Mahasiswa S2 Ilmu Hukum Universitas Diponegoro ini mengatakan, visi dan gagasan menjadi tolak ukur pertama bagi pemimpin ideal.

Ketua Senat Mahasiswa Undip 2022 ini mengatakan, dalam menentukan pemimpin, aspek nilai dan gagasan menjadi penting untuk diperhatikan. Hal itu dapat dilihat dari rekam jejak dan latar belakangnya.

“Selain itu, pemimpin sebagai manusia yang fitrahnya hanif cenderung akan kebenaran maka ia juga harus memiliki kemampuan intelektual yang baik untuk dapat menilai salah dan benarnya,” terang Doni.

Diskusi berjalan hangat dan interaktif dengan sesi tanya jawab. Berdasarkan hasil diskusi kali ini, KSIC Semarang mengkaji beberapa hal yang perlu dimiliki calon pemimpin masa depan guna menjawab tantangan bangsa.

Di antara karakter itu meliputi memiliki karakter religiusitas yang kuat, intelektualitas yang mumpuni, keahlian manajerial organisasi yang teruji, jiwa entrepreneurship sebagai bagian dari tekad kemandirian, serta berorientasi pada upaya pembentukan SDM yang lebih baik.

Koordinator KSIC Kota Semarang Baba Dimas menjelaskan, KSIC adalah forum diskusi mahasiswa yang diadakan guna mewadahi kebutuhan mahasiswa dalam konteks keilmuan dan juga kajian isu mendalam.

“Kami berharap kedepannya kegiatan KSIC ini dapat diadakan dibanyak tempat guna menjangkau lebih banyak lagi aspirasi serta gagasan baru dari para mahasiswa guna menjawab tantangan masa depan,” tutupnya.

Share this Article