Ad imageAd image

Krisis Kepemilikan Rumah di Jateng, Angka Backlog Tidak Sebanding Penyedia Rumah

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 7.9k Views
3 Min Read
Ilustrasi perumahan. (Foto: istimewa)

INDORAYA – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengalami kesenjangan antara kebutuhan rumah dan kepemilikan rumah atau backlog. Asosiasi Perumahan Sederhana Nasional (Apernas) menyebut, krisis kepemilikan rumah di Jateng termasuk tinggi.

Ketua DPW Apersnas Jawa Tengah, Eko Purwanto mengatakan, pengembang rata-rata hanya mampu menyediakan sekitar 15 ribu rumah per tahun dari angka backlog yang mencapai 324.855 per tahun.

“Backlog Jateng itu gap-nya (kesenjangannya) tinggi, karena di Jateng pengembang hanya mambut menutup (backlog) rata-rata 15 ribuan unit (rumah) per tahun,” katanya, belum lama ini.

Oleh sebab itu, ia menilai bahwa kehadiran iuran Tabungan Perumaham Rakyat (Tapera) sesuai PP Nomor 21 Tahun 2024 tentang Perubahan Atas PP Nomor 25 Tahun 2020 yang baru saja diterbitkan bisa mengurai angka backlog di Jateng.

BACA JUGA:   Saluran Air Tersumbat Sampah, Basement Pasar Johar Terendam Banjir

Dia berkata, seharusnya gap yang tinggi ini menjadi peluang bagi pengembang untuk menyediakan rumah di 35 kabupaten/kota. Namun sayangnya, penyedia jasa perumahan tak sebanding dengan pertumbuhan masyarakat yang selaras dengan pertumbuhan kebutuhan rumah.

Bahkan, kehadiran program Kredit Perumahan Rakyat (KPR) fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) saat ini juga dinilai masih kurang untuk mengejar angka ketertinggalan backlog di Jateng.
Pasalnya, menurut Eko, program KPR FLPP hanya mengandalkan subsidi dari pemerintah yang terbatas pada kuota per tahunnya.

BACA JUGA:   17 Kecamatan di Jateng Area Blank Spot, Calon Peserta Didik Sulit Diterima SMAN Jalur Zonasi

“Bugednya terlalu dibatasi. Maka program iuran Tapera ini kami optimis bisa mengurai angka itu (backlog). Karena adanya iuran, debitur mengangsurnya bisa lebih ringan, apalagi sudah ada tabungan (iuran Tapera) yang diambil khusus untuk rumah,” ujar dia.

Eko bilang, kehadiran PP 21/2024 tentang Penyelenggaraan Tapera bakal menjadi stimulus bagi pengembang maupun masyarakat agar lebih mudah mendapat rumah. Dengan adanya Tapera, dia berharap backlog dalam jangka panjang nanti bisa tertangani.

“Tapera juga bukan bahasa asing, program ini sudah pernah jalan di ASN/TNI/Polri, maka simpanan Tapera memudahkan debitur dapat rumah meski harga naik, setidaknya untuk DP rumah dan memudahkan cicilan agar serapan ke depannya lebih cepat lagi dan backlog tinggi bisa turun signifikan,” kata dia.

BACA JUGA:   Berkas Perkara Lengkap, Ketujuh Oknum Anggota Polda Jateng Siap Disidangkan

Sementara berdasarkan data Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim), angka backlog atau kebutuhan akan kepemilikan rumah di Jateng menembus angka 324.855.

Dari besaran tersebut, urutan paling tinggi yakni di Kabupaten Brebes dengan 22.453 backlog, Kabupaten Tegal dengan 22.106 backlog, dan Kabupaten Klaten dengan 21.634 backlog.

Share this Article