Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Krisis Hidran di Semarang, Dari 79 Titik Hanya 10 yang Berfungsi
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Berita

Krisis Hidran di Semarang, Dari 79 Titik Hanya 10 yang Berfungsi

By Dickri Tifani
Minggu, 04 Jan 2026
Share
3 Min Read
Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengungkapkan fakta terkait kondisi dan fungsi hidran yang tersedia di Ibu Kota Jawa Tengah. (Foto: Dickri Tifani Badi/INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, mengungkapkan kondisi memprihatinkan terkait keberadaan dan fungsi hidran di Ibu Kota Jawa Tengah. Berdasarkan data Damkar Kota Semarang, dari total 79 titik hidran yang terdata, hanya 10 titik yang masih berfungsi dengan baik.

Melihat kondisi tersebut, Ade mengaku prihatin mengingat hidran memiliki peran vital dalam mendukung kerja petugas pemadam kebakaran saat menangani insiden kebakaran. Menurutnya, keberadaan hidran sangat menentukan kecepatan dan efektivitas proses pemadaman.

“Dari 79 titik hidran yang terdata, sekitar 61 masih terlihat fisiknya, tetapi yang benar-benar berfungsi hanya 10 titik. Sementara sisanya, ada yang rusak dan ada pula yang sudah tidak terlihat keberadaannya,” kata Ade kepada wartawan, belum lama ini.

Ade menjelaskan, petugas Damkar Kota Semarang bahkan telah menyisir area hingga radius sekitar 20 meter dari titik hidran yang terdata. Namun, sebagian hidran seolah “lenyap” karena tertutup bangunan permanen maupun struktur jalan.

“Beberapa warga menyebut hanya terlihat bagian atas hidran, bahkan ada yang sudah tertutup cor atau bangunan,” ungkapnya.

Dengan luas wilayah Kota Semarang mencapai 373,70 kilometer persegi, jumlah hidran yang tersedia dinilai jauh dari ideal. Kondisi ini membuat petugas Damkar kerap mengalami kesulitan saat menangani kebakaran, terutama di wilayah dengan keterbatasan pasokan air.

Ade juga menyoroti sejumlah kecamatan, seperti Gunungpati dan Mijen, yang hingga kini belum memiliki hidran sama sekali. Ia mendorong pemanfaatan aset pemerintah sebagai alternatif sumber air pemadaman.

“Kalau hidran tidak tersedia, setidaknya ada tandon air di aset-aset pemerintah yang bisa dimanfaatkan saat darurat,” ujarnya.

Sebagai perbandingan, Ade mencontohkan Kota Surabaya yang telah beralih dari sistem hidran ke tandon air. Saat ini, Surabaya memiliki lebih dari 400 titik tandon air aktif yang dapat dimanfaatkan Damkar tanpa biaya.

“Di Surabaya, penggunaan air untuk pemadaman gratis. Itu hasil studi banding kami dan sudah kami sampaikan ke Wali Kota Semarang,” ungkapnya.

Sementara itu, temuan hidran yang tertutup cor di Jalan Majapahit, Kecamatan Pedurungan, dinilai menjadi alarm keras bagi Damkar Kota Semarang.

Ade menilai, kejadian tersebut mencerminkan masih rendahnya kesadaran terhadap pentingnya hidran sebagai infrastruktur keselamatan publik.

Meski jumlah kebakaran di Kota Semarang sepanjang 2025 menurun menjadi 275 kasus dibandingkan 341 kejadian pada 2024, keterbatasan sumber air dinilai tetap menjadi hambatan serius dalam penanganan di lapangan.

Ke depan, Damkar Kota Semarang berencana menggandeng PDAM untuk menyinkronkan data keberadaan dan fungsi hidran di seluruh wilayah kota.

“Kami akan duduk bersama PDAM. Mau tidak mau, Damkar tidak bisa bekerja optimal tanpa ketersediaan sumber air,” tandas Ade.

TAGGED:Damkar SemarangJumlah Hidran SemarangKrisis HidranSemarang Krisis Hidran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Ekonomi

Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Gajah Sumatera Ditembak Mati di Pelalawan, Belalai dan Gading Hilang

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Akui Terima Suap Restitusi Pajak, Kini Ditahan KPK

Sabtu, 07 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?