Ad imageAd image

KPU RI Layangkan Surat Penanganan Perkara Dugaan Oknum Komisioner KPU Pati Selingkuh

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 709 Views
4 Min Read
Kadiv SDM dan Litbang KPU Jateng, Mey Nurlela angkat bicara soal surat KPU RI melayangkan surat mekanisme penanganan kasus dugaan perselingkuhan yang dilakukan oleh oknum komisioner KPU Pati, Rabu (3/7/2024). (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Republik Indonesia (RI) melayangkan surat kepada Ketua KPU Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mengenai mekanisme penanganan dugaan selingkuh yang dilakukan oleh oknum komisioner KPU Kabupaten Pati dengan stafnya.

Surat tersebut bernomor 1050/H.K.06.04-SD/04/2024 tertanggal 21 Juni 2024, yang memerintahkan kepada Ketua KPU Provinsi Jateng untuk melakukan pengawasan dan pembinaan terhadap oknum komisioner dan staf KPU Pati.

“Jadi KPU RI memang sudah memberikan surat kepada KPU Jateng melaksanakan pengawasan pembinaan,” ujar Kadiv SDM dan Litbang KPU Jateng, Mey Nurlela saat ditemui Indoraya di salah hotel Kota Semarang, Rabu (3/7/2024).

Mey menyampaikan bahwa pihaknya sudah menindaklanjuti surat yang dilayangkan oleh KPU RI terkait kasus tersebut. Pihaknya sudah melakukan pemanggilan dan klarifikasi terhadap oknum komisioner KPU dan staf yang terlibat dalam dugaan kasus perselingkuhan.

“Surat yang diintruksikan oleh KPU RI sudah kami laksanakan. Kita sudah mengumpulkan banyak hal, mengklarifikasi bukan hanya ke komisioner tapi seluruh yang berpotensi mengetahui hal tersebut,” ungkap dia.

Sebelum surat KPU RI dilayangkan itu, Mey menyebut pihaknya sudah mendapatkan bukti-bukti dugaan perselingkuhan mulai dari foto -foto liburan bersama dan pesan mesra WhatsApp (WA) antara keduanya. Bukti tersebut didapatkan dari KPU Pati yang dikirimkan kepada KPU Provinsi Jateng.

Kemudian dari pemanggilan dan klarifikasi itu, KPU Jateng melaporkan hasilnya kepada KPU RI. Namun sampai saat ini belum ada arahan lanjutan terkait kasus tersebut.

“Suratnya sudah kita susun dan sudah kita sampaikan ke KPU RI, sudah kami lapori hasil klarifikasi yang telah kami lakukan, tentu saja mereka akan melakukan analisis yang kemudian mereka rapatkan dan mereka putuskan kepada kami,” sambungnya.

Ditanya apakah oknum komisioner Pati dan stafnya diberikan sanksi, Mey menyatakan sampai sekarang keduanya masih bertugas seperti biasa di kantor KPU Pati. Terkait sanksi, pihaknya masih menunggu hasil keputusan dari KPU RI.

“Untuk hasilnya bagaimana, menunggu KPU RI. Belum paham (kapan hasilnya keluar). (Keduanya) Masih bekerja seperti biasa karena kami masih menunggu keputusan KPU RI.” terang Mey.

Menurutnya, KPU memiliki tiga tingkakat sanksi untuk menindak perilaku asusila yang melibatkan anggotanya.

“Sanksi itukan ada 3 ya, sanksi peringatan, sanksi peringatan keras, kemudian pemberhentian. Dari ketiganya kita belum bisa memperkirakan mana yang akan diberikan oleh KPU RI,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, Sebuah foto screenshot yang memperlihatkan keromantisan yang diduga dilakukan oleh salah satu oknum Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pati, Jawa Tengah (Jateng) dengan seorang perempuan. Tak hanya foto saja, chat via aplikasi WhatsApp juga berisi kata-kata mesra dan romantis.

Foto dan chat beredar luas di media sosial (medsos) hingga viral. Informasi yang diperoleh, diduga salah satu oknum komisioner KPU Pati selingkuh dengan stafnya.

Menanggapi hal tersebut, Kadiv Teknis Penyelenggaraan Pemilu KPU Pati, Khusnul Imanuddin membenarkan bahwa foto dan chat yang beredar di medsos itu merupakan salah satu oknum komisioner KPU Pati.

“Benar yang viral itu salah satu komisioner KPU dengan staf,” ujar Khusnul saat dihubungi Indoraya, Jumat (24/5/2024).

Share this Article