Ad imageAd image

KPU Demak Putuskan Pemilu Susulan di Sembilan Desa Terdampak Banjir

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 808 Views
2 Min Read
Korban banjir di Demak. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – KPU Kabupaten Demak, Jawa Tengah, akhirnya memutuskan untuk melaksanakan pemilu susulan di sembilan desa, di Kabupaten Demak. Hal ini, mengingat adanya banjir yang hingga sekarang belum juga surut.

“Kesembilan desa tersebut, yakni Desa Wonoketingal, Cangkringrembang, Cangkring, Undaan Kidul, Undaan Lor, Ngemplikwetan, Wonorejo, Karanganyar, dan Ketanjung,” kata Ketua KPU Kabupaten Demak Siti Ulfaati di Demak, Senin (13/2/2024).

Siti menyampaikan, dari sembilan desa itu, ada yang terdampak langsung terendam banjir total. Menurutnya, mayoritas kelompok penyelenggara pemungutan suara (KPPS) dan pemilihnya juga menjadi korban dan mengungsi. Sementara itu, katanya, lokasi pengungsian tersebar di banyak titik sehingga tidak memungkinkan dilakukan relokasi.

BACA JUGA:   Buntut Praktik Pungli di SMK N 1 Sale Rembang, Pengamat Pendidikan Minta Rambu-rambu Dipertegas Lagi

Dia juga menyampaikan, bahwa Desa Ketanjung di TPS 10-13 masih terendam banjir dengan ketinggian hingga 3 meteran. Sedangkan KPPS dan pemilih tidak diketahui keberadaan dan tempat pengungsiannya.

Oleh karena itu, muncullah hasil koordinasi dengan pemangku kepentingan serta surat dinas PPK Karanganyar Kabupaten Demak nomor 11/PP.08-SD/33.21.09/2024 tanggal 10 Februari 2024 tentang Permohonan Usulan.

Siti menjelaskan, KPU Kabupaten Demak juga telah berkoordinasi dengan KPPS, panitia pemungutan suara (PPS), dan panitia pemilihan kecamatan (PPK) terkait kondisi dan situasi di desa pada Kecamatan Karanganyar melalui zoom meeting pada tanggal 11 Februari 2024 pukul 19.30 WIB.

BACA JUGA:   Polisi Tangkap Pembunuh Wanita Bugil di Cilacap

Hasil keputusan itu juga telah sesuai dengan Peraturan KPU Nomor 25/2023 Tentang Pemungutan dan Penghitungan Suara Dalam Pemilihan Umum pada pasal 110.

Pada ayat tersebut dijelaskan, ayat (1) dalam hal di sebagian atau seluruh daerah pemilihan (Dapil) terjadi kerusuhan, gangguan keamanan, bencana alam, atau gangguan lainnya yang mengakibatkan seluruh tahapan pemungutan suara dan/atau penghitungan suara tidak dapat dilaksanakan, dilakukan pemungutan suara dan/atau penghitungan suara susulan.

Diketahui, dari sembilan desa terdampak banjir tersebut, terdapat 108 tempat pemungutan suara (TPS) dengan jumlah pemilih sebanyak 26.351 pemilih.

BACA JUGA:   Senator DPD RI Prihatin Banjir Parah di Grobogan, Keseriusan Pemprov Jateng Dipertanyakan
Share this Article
Leave a comment