INDORAYA – Sebuah video pengeroyokan brutal di wilayah Mranggen, Kabupaten Demak, Jawa Tengah, viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, seorang pria terlihat dikerubungi massa yang diduga kelompok balap liar karena disangka sebagai anggota gangster.
Dalam video yang beredar, wajah korban tampak berlumuran darah dan tubuhnya dihajar secara membabi buta. Sejumlah pelaku terlihat menendang korban meski sudah terkapar di jalan.
Di tengah kejadian, tampak seorang pria mencoba melerai dan meminta agar aksi kekerasan dihentikan.
Di akhir video, korban diketahui dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Video tersebut diunggah oleh akun Instagram @infotaiment_jateng dan memicu perhatian publik.
“Detik-detik korban dimassa dikira gangster, korban hanya melintas arah Plamongan salah satu orang provokator teriak, akhirnya terjadi kejar-kejaran. Sampai saat di flyover ganepo Mranggen, Jawa Tengah. Infonya beliau meninggal,” tulis akun tersebut.
Korban diketahui bernama Muhammad Bimo Saputra (17), anggota Pencak Silat Pagar Nusa Nahdlatul Ulama (NU) Kota Semarang. Ia merupakan warga Dukuh Blancir, Kelurahan Plamongansari, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang.
Wakil Ketua Pagar Nusa Kota Semarang, M. Ichwan, membenarkan bahwa Bimo meninggal dunia setelah menjadi korban pengeroyokan di wilayah Mranggen, Jumat (26/12/2025) dini hari.
Ichwan menjelaskan, sebelum kejadian, korban baru saja mengikuti kegiatan kopi darat (kopdar) anggota Pagar Nusa lintas daerah di Lapangan Pucang Gading, Kecamatan Mranggen pada Kamis (25/12/2025) malam.
“Pada hari Jumat, 26 Desember 2025, anggota Pagar Nusa Kota Semarang Mohammad Bimo Saputra telah gugur. Korban telah dianiaya, dikeroyok secara keji hingga kehilangan nyawa sekitar pukul 01.00 WIB dini hari,” kata Wakil Ketua Pagar Nusa Kota Semarang M. Ichwan dalam keterangan tertulis yang diterima Indoraya.News, Senin (29/12/2025).
Menurut Ichwan, usai kegiatan selesai sekitar tengah malam, korban ikut mengawal kepulangan rekan-rekannya menuju wilayah Karangawen. Namun saat melintas di Jalan Brigjen Sudiarto, tepatnya di kawasan Perumahan Plamongan Indah yang diduga dijadikan arena balap liar, korban dan rombongan diteriaki sebagai “gangster” oleh sekelompok orang.
Tanpa sebab yang jelas, korban kemudian dikejar. Aksi kejar-kejaran berlanjut hingga kawasan Pasar Mranggen dan disertai pelemparan batu. Situasi memuncak di flyover Ganefo, ketika korban ditendang dari sepeda motor hingga terjatuh ke aspal.
Dalam kondisi tak berdaya, korban menjadi sasaran pengeroyokan oleh sejumlah pelaku hingga mengalami luka parah.
“Korban lalu dianiaya secara beramai-ramai dengan pukulan dan tendangan hingga terkapar. Korban juga diinjak serta dipukul menggunakan papan skateboard,” paparnya.
Korban dinyatakan meninggal dunia saat dibawa polisi ke Rumah Sakit Pelita Anugerah Mranggen. Jenazah korban telah dimakamkan pada Jumat sore.
“Satu Kader NU telah gugur. Satu penerus perjuangan ulama telah menjadi korban kekejian. Kami meminta kepolisian untuk secepatnya menangkap para pelaku kejahatan,” tandasnya.


