Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Komunitas Semarang Thrifting Keluhkan Larangan Impor Pakaian Bekas, Singgung Kualitas Produk Lokal
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Komunitas Semarang Thrifting Keluhkan Larangan Impor Pakaian Bekas, Singgung Kualitas Produk Lokal

By Dickri Tifani
Jumat, 05 Des 2025
Share
2 Min Read
Anggota Komunitas Semarang Thrifting, Celvin Sukma, merespon terkait pemerintah meminta pedagang thrifting beralih ke produk lokal. (Foto : Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Komunitas Semarang Thrifting mengeluhkan kebijakan larangan impor pakain bekas atau thrifting dari pemerintah. Aturan ini dinilai membuat para pedagang keberatan jika harus beralih ke produk lokal.

Anggota Komunitas Semarang Thrifting, Celvin Sukma, mengaku akan ada tantangan baru bagi dirinya dan rekan-rekannya sesama pebisnis thrifting. Jika kebijakan diterapkan, pihaknya membutuhkan usaha ekstra dari para pelaku usaha.

“Itu bakal bikin kita seperti membangun kembali dari bawah lagi,” jelasnya kepada Indoraya.News, Jumat (5/12/2025).

Dia juga menyinggung soal kualitas produk lokal dibandingkan produk impor. Menurutnya, kualitas produk impor masih lebih baik daripada produk dalam negeri. Tak heran, masyarakat masih melirik produk impor karena dinilai memiliki kualitas yang cukup baik.

“Emang barang impor itu lebih dari segi bahan dan kualitas lebih bagus. Barang lokal murah seringnya bahannya panas, gampang molor, gampang sobek,” terang Celvin.

Meskipun, kata dia, produk lokal yang berkualitas sebenarnya pun ada. Namun, harga jualnya bisa tinggi, bahkan mencapai Rp230-Rp400 ribu hanya untuk kaos oblong.

Menurut pemilik Attitude.ltd itu, pemerintah perlu lebih jeli menyaring produk impor berkualitas tinggi yang dilepas dengan harga terlalu murah, sebab praktik tersebut membuat persaingan pasar menjadi tidak sehat bagi brand lokal.

Celvin yang telah lama bergelut di dunia thrifting, mengaku lebih memilih dikenakan pajak khusus daripada harus meninggalkan usahanya dan beralih menjual produk lokal.

Ia menyebut pasokan barang thrift yang dijualnya selama ini ia peroleh dari sejumlah kota besar seperti Bandung, Jakarta, Yogyakarta, hingga Surabaya.

Celvin mencari pasokan dari gudang dan pasar khusus yang menyediakan bal thrifting.

“Saya kalau cari itu di dalam negeri. Entah itu pesannya lewat online atau langsung ke sana,” ungkapnya.

Meski situasi terasa lebih berat, Celvin masih berharap adanya kebijakan yang membantu UMKM thrifting, bukan sekadar membatasi.

Baginya, pelaku thrifting membutuhkan dukungan agar tetap bisa bertahan sambil beradaptasi di tengah perubahan regulasi pemerintah.

TAGGED:Baju thriftingKomunitas Semarang Thriftinglarangan impor pakaian bekaslarangan impor thriftingthrifting semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Tersangka Kasus 123 Ton Bawang Bombay Ilegal Senilai Puluhan Miliar di Semarang Ditangkap Sabtu, 24 Jan 2026
  • Kerja Sama Jateng–Jepang Tingkatkan Kualitas SDM, Pekerja Bakal Dilatih Jadi Manajer Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Bandang Kembali Terjang Kawasan Wisata Guci Tegal, Dua Jembatan Ambruk Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Bandang Terjang 4 Desa di Pemalang: 1 Orang Tewas, 119 Warga Mengungsi Sabtu, 24 Jan 2026
  • Elon Musk Buka Loker Bergaji Rp4 Miliar, xAI Cari Talent Engineer AI Kelas Dunia Sabtu, 24 Jan 2026
  • Penipuan Online Rugikan Rp9,1 Triliun, OJK Amankan Rp432 Miliar Lewat Anti-Scam Centre Sabtu, 24 Jan 2026
  • Banjir Berangsur Surut, Ratusan Pengungsi di Kudus Mulai Kembali ke Rumah Sabtu, 24 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Rumah Lansia 87 Tahun Tak Layak Huni, Pemkot Semarang Segera Renovasi

Sabtu, 24 Jan 2026
Semarang

Tinjau Bank Sampah Terbaik, Walkot Semarang Dorong Pilah Sampah dari Rumah

Sabtu, 24 Jan 2026
Semarang

Rayakan Valentine dan Imlek, Hotel Ciputra Semarang Tawarkan Promo Spesial

Jumat, 23 Jan 2026
Semarang

PA Kota Semarang Ungkap Angka Kasus Dispensasi Nikah, Usia Termuda 14 Tahun

Jumat, 23 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?