INDORAYA – Aksi pencurian ternak sapi di Kabupaten Pringsewu, Lampung, berujung tindakan tegas dari aparat kepolisian. Dari empat anggota komplotan pencuri sapi yang berhasil diamankan, dua pelaku terpaksa ditembak petugas karena melakukan perlawanan saat proses penangkapan. Salah satu pelaku dilaporkan meninggal dunia setelah sempat menjalani perawatan medis.
Kapolres Pringsewu AKBP Yunnus Saputra menjelaskan, tindakan tegas terukur dilakukan lantaran kedua pelaku bersikap agresif dan membahayakan keselamatan petugas. Menurutnya, perlawanan terjadi setelah pelaku berhasil ditangkap.
“Jadi mereka ini posisinya sudah tertangkap, namun mereka ini memberontak hingga merusak borgol dan ingin merampas senjata api anggota. Karena hal tersebut, keduanya langsung diberikan tindakan tersebut,” kata AKBP Yunnus, Senin (19/1).
Ia menambahkan, usai ditembak, kedua pelaku langsung dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah kondisi mereka sempat dinyatakan membaik, polisi membawa keduanya ke Mapolres Pringsewu untuk proses hukum lebih lanjut.
Namun, situasi kemudian berubah. Salah satu pelaku mengalami penurunan kondisi kesehatan beberapa jam setelah berada di polres, sehingga kembali dilarikan ke rumah sakit.
“Ada satu yang meninggal dunia, ini sebelumnya dua pelaku dirawat di rumah sakit dan kondisi membaik, namun setelah beberapa jam berada di polres kondisi menurun hingga kami bawa kembali ke rumah sakit dan di sana pelaku bernama Candra ini dinyatakan meninggal dunia,” ucapnya.
AKBP Yunnus memastikan, jenazah pelaku yang meninggal dunia telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.
“Untuk jenazah sudah diserahkan ke pihak keluarga,” tandasnya.


