Ad imageAd image

Kolektif Hysteria Mulai Perayaan Ultah ke-20 dengan Seni Mural di Flayover Jatingaleh Semarang

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 13 Views
3 Min Read
Lukisan mural karya seniman Kolektif Hysteria di bawah Flayover atau Jembatan Layang Jatingaleh Kota Semarang. (Foto: Dok. Hysteria)

INDORAYA – Kolektif Hysteria, sebuah lembaga pengembangan seni budaya yang bermarkas di Kota Semarang, mengawali rangkaian perayaan ulang tahun ke-20 dengan menghadirkan sebuah karya seni mural yang megah di bawah Flayover atau Jembatan Layang Jatingaleh.

Mural berjudul “Tulang Lunak Bandeng Juwana” ini berukuran mencapai 16 x 4 meter. Karya itu menampilkan simbol-simbol khas Kota Semarang seperti Mahesa Jenar, Oey Tiong Ham, Loenpia, dan Penari Gambang Semarang.

Dihiasi dengan teknik seni lukis yang penuh warna dan detail, proyek mural ini bukan hanya sekadar penghiasan visual. Melainkan juga sebuah manifestasi dari kritik sosial terhadap stagnasi ekosistem seni dan budaya di Kota Semarang.

Tema “Tulang Lunak Bandeng Juwana” yang dipilih sebagai tema utama perayaan ulang tahun, mencerminkan semangat untuk menghadirkan perubahan dan kesadaran akan isu-isu kota melalui seni visual yang menyentuh.

Menurut Direktur Kolektif Hysteria, Ahmad Khairudin, proyek ini merupakan bagian dari perjalanan panjang sejak awal tahun 2024. Di mana dalam prosesnya terdapat serangkaian kegiatan seperti keliling 100 titik di Jawa, Bali, dan Lampung, serta pelaksanaan 40 proyek seni di 40 kota yang berbeda.

“Kami ingin menunjukkan kepada publik seberapa banyak kontribusi yang telah kami berikan untuk menginspirasi kota-kota yang kami datangi,” ujarnya.

Dalam praktiknya, mural bukan hanya menjadi medium estetika semata, tetapi juga sebuah panggilan untuk merenung atas tantangan-tantangan sosial yang dihadapi masyarakat modern.

“Mereka menciptakan ruang untuk dialog dan refleksi yang mendalam, mengajak masyarakat untuk mempertimbangkan isu-isu penting yang seringkali terabaikan,” kata Adin, sapaan akrabnya.

Kolektif Hysteria juga berencana menggelar 10 festival publik sepanjang bulan Juni hingga Juli, termasuk festival kampung dan berbagai acara komunitas.  Tujuannya yaitu melibatkan lebih banyak warga dalam diskusi tentang kebudayaan dan isu-isu kota.

Mural “Tulang Lunak Bandeng Juwana” di Flayover Jatingaleh Kota Semarang kini dapat dinikmati oleh siapa saja yang melintasinya. Karya ini diharapkan dapat memicu diskusi dan ide-ide baru tentang masa depan kota.

Kolektif Hysteria berharap bahwa perayaan ulang tahun ke-20 kali ini tidak hanya menjadi perayaan bagi kelompok seniman Semarang. Melainkan juga sebuah ajakan untuk bersama-sama membangun kota yang lebih baik dan inklusif bagi semua warga.

Share This Article