Ad imageAd image

Kodim 0715 Kendal Gelar Simulasi Antisipasi Aksi Anarkis Saat Pemilu

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 726 Views
3 Min Read
Simulasi kerusuhan pendemo yang memprotes hasil Pemilu dinilai curang. (Foto: Dokumen untuk Indoraya)

INDORAYA – Kodim 0715 Kendal menggelar simulasi sistem pengamanan kota (Sispamkota) dalam rangka kesiapan menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Kegiatan tersebut digelar di halaman KPUD Kendal pada Selasa (23/1/2024) sore kemarin.

Dalam simulasi tersebut, sebanyak 360 personel dikerahkan untuk mengikuti latihan pengamanan itu.

Selain itu, warga di Kendal Jateng memerankan rasa kekecewaan atas hasil Pemilu 2024 dianggap curang. Oleh sebab itu, warga menggeruduk Kantor KPU Kendal dengan membawa berbagai poster dan orasi yang menyampaikan adanya kecurangan.

Parahnya lagi, segelintir orang yang memprovokatori ke massa aksi untuk membakar kantor KPUD Kendal.

BACA JUGA:   Pimpin Acara HUT Penerangan TNI AD ke-72, Kapendam IV Diponegoro Bacakan Sambutan Brigjen TNI Hamim Tohari

Setelah dihalau oleh pasukan dari Kodim 0715 Kendal, warga berhasil dipukul mundur, bahkan sempat terjadi keributan adu fisik, TNI yang melakukan pengamanan sempat di lempar batu dan dipukul. Bahkan ada yang ditangkap karena akan membuat onar.

Itu merupakan gambaran simulasi pengamanan Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada tanggal 14 Februari mendatang. Sehingga, TNI/Polri bisa mengantisipasi jika pada pelaksanaan pemilu terjadi kerusuhan dengan berbagai trik dan cara demi keamanan Pemilu.

Dandim 0715 Kendal Letkol Infantri Misael Marten Jenry Polii, mengatakan simulasi ini
bertujuan untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk bila terjadi saat pemilu nanti agar tidak sampai memakan korban.

BACA JUGA:   Kurang Makanan, Kawanan Kera dari Goa Kreo Semarang Masuk Perkampungan Warga

Sisi lain, dia menambahkan bahwa personel yang dikerahkan yakni sekitar 360 sampai dengan 400 orang untuk mengatasi gangguan keamanan.

“Kegiatan ini bertujuan untuk menggambarkan jikan pemilu nati terjadi keributan seperti ini maka langkah yang di ambil tni seperti ini,” jelas Jenri.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik, Dlfebian Yolando mengatakan simulasi ini bertujuan untuk keamanan pelaksanaan pemilu karena perhelatan pemilu tahun ini serentak, baik legislatif, presiden wakil presiden dan DPD.

“Pemilu tahun ini dilaksanakan secara serentak, maka dari itu pemkab bersama TNI mengadakan simulasi jika terjadi sesuatu semua apparat keamanan sudah siap dan mempunyai setrategi untuk pengamanannya,” ujarnya.

BACA JUGA:   Kantin Kebajikan Rasa Dharma Pecinan Semarang Sajikan 100 Porsi Makan Gratis Tiap Selasa

Simulasi tersebut menampilkan pengamanan tahapan pemilu dari awal hingga akhir. Pengamanan tersebut disiapkan dalam situasi aman, cukup rawan, hingga rawan eskalasi tinggi.

“Dengan kesiapsiagaan kita dan keikutsertaan kemitraan,solidaritas dan sinergitas,kerjasama seluruh komponen yang ada di Kabupaten Kendal, pemilu akan berjalan dengan aman, lancar dan sukses,” pungkasnya.

Share this Article
Leave a comment