Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kisah Sedih Warga Desa Penakir Pemalang, Rumah Rusak dan Suami Tewas Dihantam Banjir
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Daerah

Kisah Sedih Warga Desa Penakir Pemalang, Rumah Rusak dan Suami Tewas Dihantam Banjir

By Athok Mahfud
Selasa, 27 Jan 2026
Share
3 Min Read
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, saat mengunjungi posko pengunsian banjir di Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/2025). (Foto: Pemprov)
SHARE

INDORAYA – Duka mendalam masih menyelimuti Sulastri (27), warga Desa Penakir, Kecamatan Pulosari, Kabupaten Pemalang, yang terdampak bencana banjir bandang.

Banjir bandang bukan hanya merusak rumahnya, tetapi juga merenggut nyawa sang suami, Tanto (33). Hingga kini, Sulastri masih berusaha menguatkan diri di tengah trauma yang belum sepenuhnya pulih.

Musibah itu terjadi pada Sabtu, 17 Januari 2026, sekitar pukul 02.00 WIB. Saat banjir datang secara tiba-tiba, Sulastri berada di bagian belakang rumah, sementara suaminya berada di bagian depan.

“Kejadian pas pukul 02.00 WIB. Itu yang paling besar menghantam rumah-rumah. Datangnya dari belakang rumah,” katanya di hadapan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, saat mengunjungi posko pengunsian, Minggu (25/1/2025).

Derasnya arus banjir menyeret apa saja yang dilalui. Sulastri sempat terseret, namun masih mampu bertahan dengan berpegangan pada kayu hingga akhirnya selamat. Nasib berbeda dialami suaminya yang tak tertolong akibat kuatnya arus banjir.

Di tengah kesedihannya, Sulastri menyampaikan terimakasih atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang memberikan santunan sebesar Rp10 juta. Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh Wakil Gubernur Jateng dan rencananya akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup ke depan.

Tak hanya Sulastri, trauma juga dirasakan warga Desa Penakir lainnya. Supinah (62) mengaku masih memilih bertahan di posko pengungsian sejak Jumat malam bersama pengungsi lain, meskipun banjir telah surut.

“Rumah masih kotor. Saya biarkan dulu, yang penting saya selamat,” ujarnya.

Selama berada di pengungsian, Supinah mengatakan kebutuhan dasar para korban tercukupi dengan baik.

“Baju dikasih, makan sehari tiga kali, terus dikasih camilan,” katanya.

Ia berharap kondisi cuaca segera membaik agar warga bisa kembali ke rumah tanpa rasa cemas akan bencana serupa terulang kembali.

Sementara itu, Pemprov Jateng terus melakukan berbagai upaya penanganan bagi korban banjir bandang di Kabupaten Pemalang. Selain fokus pada penyelamatan warga, pemerintah juga menaruh perhatian pada pemulihan psikologis masyarakat yang terdampak.

Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin Maimoen menyampaikan, saat meninjau lokasi bencana, banyak warga menceritakan kepanikan yang terjadi ketika banjir bandang datang secara mendadak. Arus deras bercampur lumpur dan kayu membuat warga berusaha menyelamatkan diri dalam keterbatasan.

“Banjir ini terjadi bebarengan, tidak hanya di Kabupaten Pemalang, tetapi juga di wilayah bawah Gunung Slamet seperti Purbalingga, sebagian Tegal, dan Kabupaten Brebes,” ujar dia saat melakukan peninjauan lokasi terparah dampak banjir bandang di kawasan Lereng Gunung Slamet, di Desa Penakir, Kabupaten Pemalang, Minggu (25/1/ 2026).

Ia menegaskan bahwa keselamatan warga menjadi prioritas utama pemerintah, diikuti dengan upaya pemulihan kondisi mental dan emosional masyarakat terdampak.

“Mereka masih trauma. Kami melihat ketika ada pemantik sedikit saja, emosinya sudah meluap-luap. Ini yang harus kita redakan dulu,” katanya.

Menurutnya, pemerintah akan memberikan perhatian serius terhadap kesehatan fisik dan mental warga sebelum melangkah ke tahap evaluasi dan penanganan lanjutan pascabencana.

“Kita pikirkan bagaimana kesehatannya, bagaimana mentalnya, trauma healing-nya supaya bisa pulih kembali. Setelah itu baru kita evaluasi bersama,” ungkap Gus Yasin.

TAGGED:Banjir Bandang PemalangBanjir PemalangBerita Pemalang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Prancis dan Kanada Resmi Buka Konsulat di Nuuk, Tegaskan Dukungan untuk Greenland Sabtu, 07 Feb 2026
  • Gajah Sumatera Ditembak Mati di Pelalawan, Belalai dan Gading Hilang Sabtu, 07 Feb 2026
  • Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Akui Terima Suap Restitusi Pajak, Kini Ditahan KPK Sabtu, 07 Feb 2026
  • Budisatrio Tegaskan “Kompak, Bergerak, Berdampak” di HUT ke-18 Gerindra DPR RI Sabtu, 07 Feb 2026
  • HUT ke-18 Gerindra, Prabowo Ingatkan Kader Jaga Uang Rakyat dan Hindari Perbuatan Tercela Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Pendidikan Merata Kunci Daya Saing Jawa Tengah Jumat, 06 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Jawa Tengah Jumat, 06 Feb 2026

Berita Lainnya

Daerah

117 Siswa SMAN 2 Kudus Diduga Keracunan MBG, Mayoritas Rawat Jalan

Kamis, 29 Jan 2026
Daerah

Januari 2026: Harga Cabai, Bawang, Daging dan Telur Ayam di Pekalongan Turun

Kamis, 29 Jan 2026
Daerah

Sering Meluap Saat Hujan, BPBD Sragen Susur Sungai Wiroko Petakan Titik Penyebab Banjir

Kamis, 29 Jan 2026
Daerah

Pendaftaran Pelatihan Vokasi Rembang Mulai Dibuka, Ada Kelas Otomotif Hingga Tata Boga

Kamis, 29 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?