Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Ketua DPRD Jateng Tekankan Pentingnya Mitigasi untuk Kurangi Dampak Bencana
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Ketua DPRD Jateng Tekankan Pentingnya Mitigasi untuk Kurangi Dampak Bencana

By Redaksi
Selasa, 02 Des 2025
Share
3 Min Read
Ketua DPRD Jateng Sumanto
SHARE

INDORAYA – Ketua DPRD Jateng Sumanto mengungkapkan keprihatinan yang mendalam atas terjadinya bencana tanah longsor di Cilacap dan Purbalingga yang menelan banyak korban jiwa. Ia menekankan pentingnya penguatan mitigasi bencana agar bencana serupa tak terjadi atau dapat diminimalkan pada masa mendatang.

Menurut Sumanto, dengan kondisi geografis yang beragam, Jateng memang kerap mendapatkan julukan supermarket bencana. Mulai dari banjir dan rob di daerah pesisir, hingga gempa bumi dan tanah longsor di wilayah pegunungan.

Kondisi tersebut tentu menuntut kewaspadaan semua pihak, termasuk masyarakat yang tinggal di wilayah rawan bencana. Selain itu, dampak perubahan iklim juga membuat bencana lebih sering terjadi.

“Perlu ada mitigasi yang betul-betul dimaksimalkan. Wilayah mana saja yang punya potensi longsor kan sebenarnya kita sudah tahu. Para pemangku kepentingan juga perlu bekerja lebih keras dalam mitigasi, termasuk DPRD di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota,” katanya saat menjadi narasumber talkshow Aspirasi Jawa Tengah “Bencana Mengancam Apa yang Dilakukan” di Studio TATV Solo, belum lama ini.

Ia menambahkan, mitigasi perlu dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampak buruk dari bencana. Baik melalui pembangunan fisik maupun peningkatan kesadaran dan kemampuan masyarakat. Tujuannya untuk meminimalkan korban jiwa, kerusakan lingkungan, dan kerugian harta benda.

Ketua DPRD Jateng Sumanto

Sumanto mendorong perlunya pemetaan kawasan rawan bencana yang lebih detail. Selain itu, perlu perbaikan tata kelola lahan, dan peningkatan edukasi kepada masyarakat, terutama yang tinggal di lereng-lereng perbukitan. Sebab warga sekitar banyak yang belum mengetahui dan waspada dengan tanda-tanda bakal terjadinya tanah longsor.

“Perlu ada penanganan khusus terhadap tanah-tanah yang berpotensi bergerak. Early warning system juga perlu diperkuat. Ke depan, potensi terjadinya bencana di wilayah-wilayah rawan ini pasti masih ada,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia meminta pemerintah mereloksi warga terdampak bencana tanah longsor tersebut ke lokasi yang layak. Warga juga perlu diberi edukasi agar tak tinggal di lokasi rawan bencana.

“Saya rasa apa yang sudah dilakukan berbagai pihak di lokasi tanah longsor Cilacap dan Banjarnegara sudah cukup bagus. Semua pihak bahu-membahu turun tangan. Mulai dari TIm SAR, Pemda, ormas, partai politik, hingga relawan. Saya berharap pemerintah menyediakan tempat relokasi yang layak dan tak terlalu jauh dari tempat warga mencari nafkah,” katanya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jateng, Bergas Catursasi memastikan bantuan logistik untuk warga yang terdampak longsor tercukupi. Termasuk logistik di dua titik pengungsian.

Menurut Bergas, sebagian warga masih khawatir untuk pulang ke rumah masing-masing. Sebagian dari mereka sementara menumpang di rumah saudara , ada di desa setempat atau tetangga desa. Ia mengimbau warga di lokasi bencana tetap waspada.

“Warga, terutama yang tinggal di daerah-daerah rawan bencana tetap perlu waspada. Sebab saat ini curah hujan masih tinggi,” ujarnya.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Potensi Besar Tak Tergarap, DPRD Nilai Pendapatan Sektor Parkir Kota Semarang Masih Minim Kamis, 22 Jan 2026
  • Wajah Baru Jembatan Persen Semarang: Jadi Penghubung Strategis Kampus Unnes-Undip Rabu, 21 Jan 2026
  • BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional Rabu, 21 Jan 2026
  • Pengungkapan Kasus Narkoba di Semarang: Empat Pria Diamankan, Satu Tenaga Outsourcing Pemkab Kendal Terlibat Rabu, 21 Jan 2026
  • Banjir Berhari-hari di Pekalongan Picu Lonjakan ISPA, Puluhan Warga Terserang Rabu, 21 Jan 2026
  • KUHAP Baru Tegaskan Advokat Setara Penegak Hukum, Lindungi dari Kriminalisasi Rabu, 21 Jan 2026
  • 3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi Rabu, 21 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

BNNP Jawa Tengah Tancap Gas Perkuat Rehabilitasi Narkoba, Gandeng RS dan Sentra Vokasional

Rabu, 21 Jan 2026
Jateng

3 Kades Pati Terjerat Kasus Jual Beli Jabatan, Dispermades Jateng: Seharusnya Paham Regulasi

Rabu, 21 Jan 2026
Daerah

Banjir Pekalongan Belum Surut, 59 Ribu Jiwa Terdampak dan 1.958 Warga Mengungsi

Rabu, 21 Jan 2026
Daerah

BPBD: 62.892 Warga Pati Terdampak Banjir, 1.300 Hektare Sawah Rusak

Rabu, 21 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?