INDORAYA – Ketegangan geopolitik yang mengancam lemahnya ekonomi global dinilai turut berdampak pada kinerja ekspor Jawa Tengah. Kelompok pengusaha kini mulai merancang strategi baru agar produknya tetap eksis di pasaran.
Di tengah kondisi ini, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Jawa Tengah (Jateng) mengalihkan fokus strategisnya kepada penguatan perdagangan dalam negeri. Kolaborasi dan transaksi antarprovinsi kini diposisikan sebagai penyangga utama untuk menjaga stabilitas perekonomian daerah.
Ketua Umum KADIN Jawa Tengah, Harry Nuryanto Soediro, menyatakan bahwa beberapa pasar ekspor tradisional Indonesia mulai mengalami kontraksi akibat ketegangan geopolitik dan fluktuasi mata uang.
“Kita merasakan dampaknya. Daya beli dari beberapa negara mitra ekspor kita menurun. Karena itu, strategi bertahan kita adalah dengan memperkuat fondasi perdagangan di dalam negeri,” ujarnya saat dikonfirmasi, Sabtu (31/1/2026).
Strategi konkret yang sedang digalakkan adalah intensifikasi kerja sama perdagangan antarprovinsi. Menurut Harry, kerja sama dengan provinsi tetangga seperti Jawa Timur misalnya, tidak hanya sekadar transaksi, tetapi upaya membangun ketahanan rantai pasok industri.
“Kolaborasi antarprovinsi itu vital. Ini tentang saling melengkapi kebutuhan bahan baku dan produk jadi. Ketika ekspor ke luar tersendat, jaringan kuat di dalam negeri menjadi penyangga utama agar roda industri tetap berputar,” paparnya lebih lanjut.
Dia mengungkapkan, target transaksi dalam misi dagang antarprovinsi diharapkan mampu menjadi buffer bagi industri lokal.
Pihaknya juga menekankan pentingnya adaptasi dengan regulasi global yang semakin ketat, seperti aturan due diligence untuk komoditas kayu. Ia melihat kepatuhan terhadap standar keberlanjutan sebagai peluang jangka panjang.
“Tantangan seperti aturan kejelasan asal-usul kayu dari Uni Eropa harus kita jawab dengan transformasi. Ini momentum untuk menata ulang praktik bisnis ke arah yang lebih legal dan berkelanjutan, yang pada akhirnya memperkuat daya saing dan citra produk kita,” jelasnya.
Dengan strategi yang berfokus pada penguatan pasar domestik, diversifikasi kerja sama regional, dan peningkatan standar keberlanjutan, KADIN Jateng berupaya membawa pelaku usaha lokal tidak hanya melewati masa tantangan global, tetapi juga membangun fondasi ekonomi yang lebih mandiri dan tangguh untuk pertumbuhan ke depan.


