Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Keselamatan Publik Terabaikan, Mbak Tunjung Geram Dua Kecamatan di Semarang Tak Ada Akses Hidran
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

Keselamatan Publik Terabaikan, Mbak Tunjung Geram Dua Kecamatan di Semarang Tak Ada Akses Hidran

By Dickri Tifani
Minggu, 04 Jan 2026
Share
3 Min Read
Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati. (Foto: Arsip INDORAYA)
SHARE

INDORAYA – Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Dyah Tunjung Pudyawati, menanggapi serius kondisi dua wilayah di Kota Semarang, yakni Kecamatan Gunungpati dan Mijen yang hingga kini belum memiliki hidran sebagai sarana pemadaman kebakaran.

Perempuan yang akrab disapa Mbak Tunjung itu menilai kondisi tersebut menunjukkan adanya ketimpangan sarana keselamatan publik, khususnya dalam sistem penanggulangan kebakaran di Kota Semarang.

“Kondisi kecamatan seperti Gunungpati dan Mijen yang belum memiliki hidran menunjukkan adanya ketimpangan sarana keselamatan publik,” ungkap Mbak Tunjung saat dikonfirmasi Indoraya.News, Minggu (4/1/2026).

Sebagai anggota DPRD Kota Semarang dari daerah pemilihan (Dapil) IV yang meliputi wilayah Gunungpati, Gajahmungkur dan Banyumanik, Mbak Tunjung menilai persoalan tersebut harus mendapat perhatian serius. Menurutnya, pemerataan sarana keselamatan publik tidak boleh hanya terfokus di kawasan tertentu.

Dengan luas wilayah Kota Semarang mencapai 373,70 kilometer persegi, jumlah hidran yang tersedia dinilai masih jauh dari ideal. Kondisi ini membuat petugas pemadam kebakaran kerap mengalami kesulitan saat menangani kebakaran, terutama di wilayah yang minim pasokan air.

Sebelumnya, Sekretaris Dinas Pemadam Kebakaran Kota Semarang, Ade Bhakti Ariawan, juga menyoroti Gunungpati dan Mijen sebagai kecamatan yang belum memiliki hidran sama sekali. Ia mendorong pemanfaatan aset pemerintah sebagai alternatif sumber air pemadaman.

Menurut Mbak Tunjung, kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya pemetaan risiko kebakaran berbasis wilayah agar pembangunan sarana pemadaman lebih merata.

Bahkan, DPRD Kota Semarang bersama Mbak Tunjung berencana menyusun langkah konkret untuk mendorong pemerataan sarana pemadaman kebakaran di seluruh wilayah kota.

“DPRD akan mendorong penyusunan masterplan sarana pemadam kebakaran kota, integrasi kebutuhan hidran dalam perencanaan pembangunan daerah, serta penguatan sistem pemadaman alternatif seperti tandon air, hidran portabel, dan penambahan armada pemadam di wilayah pinggiran,” ujarnya.

Terkait anggaran perawatan maupun revitalisasi hidran—menyusul fakta bahwa dari 79 titik hidran yang terdata, hanya 10 titik yang masih berfungsi—Mbak Tunjung menyebut DPRD selama ini telah membahas dan menyetujui anggaran penanggulangan kebakaran.

Namun demikian, DPRD juga mengakui perlunya evaluasi terhadap alokasi anggaran dan implementasi di lapangan, baik dari sisi efektivitas maupun pengawasan pelaksanaannya.

“Belum optimalnya hasil bisa disebabkan beberapa faktor, antara lain perencanaan teknis yang kurang matang, pemeliharaan yang tidak berkelanjutan, serta koordinasi antar-OPD yang belum solid. DPRD akan memperkuat fungsi pengawasan agar setiap rupiah anggaran benar-benar berdampak nyata bagi keselamatan warga,” bebernya.

Ke depan, Mbak Tunjung menegaskan DPRD siap mendorong penambahan anggaran dan kebijakan khusus untuk sarana pemadaman kebakaran dalam APBD mendatang, dengan sejumlah catatan penting.

“Catatannya harus berbasis data dan kebutuhan riil, disertai target kinerja yang jelas, serta diawasi secara ketat agar tepat guna dan tepat sasaran,” pungkasnya.

TAGGED:Krisis HidranMbak TunjungSemarang Krisis Hidran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Jelang Ramadan, Heri Pudyatmoko Minta Pemda Lebih Peka Peningkatan Kerentanan Sosial Sabtu, 07 Feb 2026
  • Prabowo Siapkan Lembaga Pengelola Dana Umat, Potensi Disebut Capai Rp500 Triliun per Tahun Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Soroti Tantangan Pembangunan Daerah Berkelanjutan di Era Transisi Sabtu, 07 Feb 2026
  • Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas Sabtu, 07 Feb 2026
  • Era Industri Modern Kian Menantang, Heri Pudyatmoko Tegaskan Perlunya Pemetaan Kebutuhan Tenaga Kerja Lokal Sabtu, 07 Feb 2026
  • KONI Jateng Perkuat Pembinaan SDM Olahraga, Tahan Atlet Potensial Agar Tak Hengkang ke Daerah Lain Sabtu, 07 Feb 2026
  • Disdukcapil Kudus Kejar Target 20 Persen Aktivasi KTP Digital, Baru Tercapai 6,8 Persen Sabtu, 07 Feb 2026

Berita Lainnya

Semarang

98.545 Peserta PBI Nonaktif, Pemkot Semarang Siapkan Skema UHC

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Dari Balikpapan Hingga Papua, Karya Barongsai Pengrajin Semarang Diburu Jelang Imlek

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Kota Semarang Hasilkan 1.200 Ton Sampah Per Hari, Penerapan 3R Tak Maksimal

Jumat, 06 Feb 2026
Semarang

Teror Pinjol Makin Brutal! Tujuh Ambulans Dipesan Fiktif, Diminta Tagih Utang Rp14 Juta

Kamis, 05 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?