Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kerugian Bencana di Sumatra Tembus Rp17 Triliun, Pemulihan Akses dan Infrastruktur Jadi Prioritas
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Peristiwa

Kerugian Bencana di Sumatra Tembus Rp17 Triliun, Pemulihan Akses dan Infrastruktur Jadi Prioritas

By Redaksi Indoraya
Selasa, 16 Des 2025
1 View
Share
3 Min Read
Potret bencana alam yang terjadi di Sumut. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Dampak bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra Utara memunculkan kerugian ekonomi berskala besar. Nilai kerusakan akibat bencana tersebut kini diperkirakan telah menembus Rp17 triliun, mencakup aset pemerintah hingga kepemilikan masyarakat.

Kerugian tersebut meliputi kerusakan jembatan, fasilitas kesehatan, rumah sakit, serta sektor produktif warga seperti lahan pertanian dan permukiman. Nilai ini terus bertambah seiring proses pendataan yang masih berjalan di lapangan.

“Awalnya perhitungan sekitar Rp12 triliun, tapi setelah didata kembali termasuk sawah terdampak, jembatan putus, hingga rumah sakit yang rusak, nilainya sudah lebih dari Rp17 triliun dan masih terus dihitung,” kata Gubernur Sumut Bobby Nasution, Senin (15/12/2025).

Di tengah besarnya kerugian tersebut, Bobby menegaskan bahwa fokus utama pemerintah daerah saat ini adalah penanganan langsung di lapangan, terutama pada fase awal bencana. Menurutnya, kebutuhan daerah terdampak pada awal kejadian relatif seragam, yakni percepatan distribusi logistik akibat terputusnya akses.

“Kemarin saya sampaikan dari awal kebutuhan di daerah yang terdampak bencana masih seragam semua, percepatan logistik karena terdampak bencana kemarin tidak dapat mengakses logistik nya. Jadi hampir semua seragam awalnya ya,” ujarnya.

Namun, seiring berjalannya waktu, kebutuhan di tiap wilayah mulai menunjukkan perbedaan. Beberapa daerah kini membutuhkan penanganan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi lapangan masing-masing.

“Tapi hari ini berjalannya waktu kebutuhan daerah sudah berbeda, ada yang membutuhkan percepatan akses seperti di Tapanuli Tengah dan Tapanuli Selatan. Ada yang butuh air bersih. Karena mungkin daerahnya sudah tidak terlalu terdampak lagi tapi akses air bersihnya tidak ada. Ini perlu disuplai. Perbaikan secara cepat seperti di Langkat tanggulnya kalau tidak diperbaiki dalam waktu dekat airnya masuk terus,” jelasnya.

Bobby menekankan bahwa pembukaan akses infrastruktur, khususnya jembatan dan jalur transportasi, menjadi kunci utama agar mobilisasi bantuan, logistik, dan alat berat dapat berjalan maksimal. Saat ini, personel dan logistik sudah dapat menjangkau hampir seluruh wilayah terdampak, meski beberapa desa masih terisolasi untuk kendaraan berat.

“Yang pasti paling utama membuka akses infrastruktur jembatan agar dilakukan perbaikan secara cepat agar akses ya terbuka. Alat berat di desa yang terisolir, terisolir pembersihan ya. Tapi kalau personel, logistik sudah bisa diakses semua. Hanya untuk kendaraan berat itu terisolir,” ucapnya.

Pemerintah Provinsi Sumatra Utara memastikan proses penanganan darurat dan pemulihan infrastruktur akan terus dipercepat, seiring upaya menekan dampak lanjutan dari kerugian bencana yang nilainya terus bertambah.

TAGGED:dampak bencana sumutGubernur Sumut Bobby Nasutionkerugian bencana alam sumut
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ramadan 2026, Hotel Ciputra Semarang Tawarkan Buka Puasa All You Can Eat Rp199 Ribu Rabu, 11 Feb 2026
  • Tren Kantor Fleksibel Meningkat, Awannwork Tawarkan Ruang Premium hingga Rp436 Ribu per Meter Rabu, 11 Feb 2026
  • Dana TKD Dipangkas, Anggota DPD RI Ungkap Pengangkatan PPPK Bebani Pemerintah Daerah Rabu, 11 Feb 2026
  • Stok Bahan Pokok di Jateng Aman Jelang Labaran, Harga Tetap Stabil Rabu, 11 Feb 2026
  • Prihatin Nasib Guru Honorer, PGRI Jateng Kritik Pengangkatan 32 Ribu Pegawai SPPG Jadi PPPK Rabu, 11 Feb 2026
  • Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia Rabu, 11 Feb 2026
  • Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut Rabu, 11 Feb 2026

Berita Lainnya

Peristiwa

Hampir 1 Bulan Hilang, Pendaki Bukit Mongkrang Gunung Lawu Ditemukan Meninggal Dunia

Rabu, 11 Feb 2026
Peristiwa

Hanyut di Sungai Sambong Batang, Nelayan Ditemukan Tewas Terapung di Tengah Laut

Rabu, 11 Feb 2026
Peristiwa

Nekat Kendarai Motor Saat Hujan Deras, Perempuan di Semarang Hanyut dan Hilang di Sungai

Rabu, 11 Feb 2026
Peristiwa

Mendagri Soal Pemulihan Bencana Sumatera: 46 Daerah Terdampak, Enam Wilayah Tak Ajukan Bantuan

Rabu, 11 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?