Ad imageAd image

Kepergian Kapten Pilot Pulu Menyisahkan Duka Mendalam, Ini Sosok Almarhum di Mata Kerabat IFC

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 804 Views
3 Min Read
Anggota IFC sekaligus mantan Waka Polri, Komjen Pol Purnawirawan Nanan Sukarna sesuai melayat jenazah Kapten Pilot Pulu Darmawan di TPU, Senin (20/5/2024). (Foto: Dickri Tifani Badi)

INDORAYA – Meninggalnya Kapten Pilot Pulu Darmawan, salah satu korban jatuhnya pesawat latih Tecnam P2006T Nomor Registrasi PK-IFP jatuh di Jalan BSD Grand Boulevard, Serpong, Tanggerang Selatan, Baten, menyisakan duka mendalam bagi keluarga dan kerabat terdekat.

Almarhum merupakan warga asli Dusun Jetis, Desa Ngasem, Kecamatan Bandungan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Jenazah juga sudah dimakamkan di
tempat pemakaman umum (TPU) yang berlokasi di Dusun Jetak, Desa Duren, Kecamatan Bandungan, sekitar pukul 16.30 WIB.

Selain keluarga, kerabat satu komunitas di Indonesia Flying Club (IFC) pun ikut melayat ke tempat pemakaman almarhum.

BACA JUGA:   Aksi Protes Kebijakan Pemerintah, Anak Muda di Semarang Buka Pasar Gratis

Salah satunya seperti Anggota Indonesia Flying Club (IFC), Komjen Pol Purnawirawan Nanan Sukarna mengucapkan duka sedalam-dalam atas musibah jatuhnya pesawat latih Tecnam P2006T Nomor Registrasi PK-IFP di Jalan BSD Grand Boulevard, Serpong, Tanggerang Selatan.

Di mata dia dan teman-teman satu komunitas di IFC, almarhum merupakan sosok yang membanggakan dan sangat profesional di bidang penerbangan.

“Kebetulan kami dari klubnya IFC, satu klub dengan almarhum. Tadi kami baru selesai pemakaman di Cirebon (almarhum Mayor Purnawirawan Suwanda). Sekarang, kami (melayat) di almarhum Pulu Darmawan. Beliau (Pulu Darmawa), tentunya sangat profesional di bidangnya dan sangat mendukung program-program klubnya,” jelas Nanan Sukarna yang pernah menjabat sebagai mantan Waka Polri ditemui di tempat pemakaman umum almarhum Pulu Darmawan, Senin (20/5/2024).

BACA JUGA:   Pantau Harga dan Bapok di Pasar Bulu Semarang, Zulhas: Aman dan Harga Terjangkau saat Nataru 2024

Sebelum kejadian, Nanan menjelaskan bahwa almarhum bersama dua rekannya itu terbang dari Pondok Cabe ke Tanjung Lesung untuk mengecek kesiapan ulang tahun IFC yang akan digelar pada tanggal 24 Mei 2024 mendatang.

“Beliau rencananya berangkat ke Tanjung Lesung dan balik lagi ke Pondok Cabe lalu kembali lagi ke Tanjung Lesung. Sampai di Curug cuacanya hujan deras trouble,” kata dia.

Menurutnya, insiden tersebut merupakan di luar kendali pihaknya. Mantan Waka Polri ini juga memastikan bahwa jatuhnya pesawat latih itu juga bukan human eror. Walau begitu, pihaknya menyerahkan ke pihak Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) untuk investigasi penyebab atas insiden tersebut.

BACA JUGA:   Kepala Terminal Mangkang Imbau Pemudik Tak Gunakan Terminal Bayangan

“Nanti KNKT yang menentukan itu (penyebab insiden jatuhnya pesawat latih),” paparnya.

Bahkan, dirinya pula tidak mendapat firasat apa-apa akan terjadi insiden tersebut. Pasalnya, pihaknya sedang melakukan persiapan hari ulang tahun IFC yang akan digelar pada 24 Mei 2024 mendatang.

“Tidak ada sama sekali (firasat), justru tanggal 24 ada ulang tahun di Tanjung Lesung. Sehingga persiapan ke sana bersama-sama,” pungkasnya

Share this Article