INDORAYA – Kabupaten Kendal diproyeksikan menjadi bagian penting dalam pengembangan ekosistem karbon biru nasional yang digagas Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI. Program ini diarahkan untuk memulihkan ekosistem pesisir sekaligus berkontribusi pada penurunan emisi karbon, khususnya di wilayah pantai utara dan selatan Jawa Tengah.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Kendal, Hudi Sambodo, menyampaikan bahwa Kendal termasuk dalam 16 kabupaten/kota pesisir yang disiapkan dalam program strategis tersebut.
“Kabupaten Kendal masuk dalam 16 daerah pesisir Pantura Jawa Tengah, yang dipersiapkan untuk pengembangan karbon biru nasional,” kata Hudi, saat dihubungi, Sabtu (31/1/2026).
Ia menjelaskan, pesisir Kendal dipilih karena memiliki potensi ekosistem mangrove yang dinilai kuat dalam mendukung mitigasi perubahan iklim. Pelaksanaan program ini direncanakan mulai berjalan pada tahun 2026.
Menurutnya, mangrove memiliki peran vital karena mampu menyimpan karbon tiga hingga lima kali lebih besar dibandingkan hutan darat, sehingga efektif membantu menekan dampak perubahan iklim global.
“Ekosistem mangrove di pesisir Kendal sangat potensial sebagai penyerap karbon, sehingga dinilai layak menjadi lokasi pengembangan karbon biru,” tambahnya.
Dalam rencana pengembangan tersebut, sejumlah jenis mangrove akan ditanam di wilayah pesisir Kendal, seperti Rhizophora, Avicennia spp, dan sp yang dikenal memiliki kapasitas penyerapan karbon tinggi. Lokasi yang diusulkan mencakup tiga kecamatan, yakni Kecamatan Patebon di Desa Pidodo Kulon, Kecamatan Kangkung di Desa Jungsemi, serta Kecamatan Rowosari dari Desa Sikucing hingga Desa Gempolsewu.
Hudi menuturkan, saat ini program masih berada pada tahap awal, meliputi penentuan lokasi, sosialisasi kepada masyarakat, penjaringan pendapat dan usulan warga, hingga identifikasi kesesuaian rencana tata ruang wilayah (RTRW). Selain itu, juga dilakukan penghitungan luasan area, estimasi biaya, serta skema pelibatan masyarakat setempat.
Ia berharap, keterlibatan Kendal dalam program nasional ini dapat memperkuat pengelolaan ekosistem pesisir secara berkelanjutan sekaligus mendukung komitmen pemerintah dalam pengendalian perubahan iklim melalui pengembangan karbon biru.


