Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kemlu RI Tegaskan 329 WNI di Iran Belum Dievakuasi, Situasi Keamanan Terus Dipantau KBRI Tehran
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Peristiwa

Kemlu RI Tegaskan 329 WNI di Iran Belum Dievakuasi, Situasi Keamanan Terus Dipantau KBRI Tehran

By Redaksi Indoraya
Minggu, 18 Jan 2026
Share
3 Min Read
Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Pemerintah Indonesia memastikan belum ada rencana evakuasi terhadap ratusan warga negara Indonesia (WNI) yang berada di Iran, meski negara tersebut tengah dilanda aksi demonstrasi besar-besaran. Kementerian Luar Negeri RI menegaskan pemantauan intensif terus dilakukan melalui Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Tehran.

Kementerian Luar Negeri RI mencatat saat ini terdapat 329 WNI yang berada di Iran, dengan konsentrasi terbesar di Kota Qom. Data tersebut disampaikan langsung oleh Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah.

“Jumlah WNI saat ini yang tercatat 329 orang dengan konsentrasi utama di kota Qom,” kata Plt Direktur Perlindungan Warga Negara Indonesia (PWNI) Kemlu RI, Heni Hamidah, kepada wartawan, Minggu (17/1/2026).

Heni menjelaskan, berdasarkan hasil penilaian situasi keamanan terkini, evakuasi terhadap WNI belum diperlukan. Namun, langkah antisipatif tetap disiapkan jika terjadi eskalasi kondisi di lapangan.

“Berdasarkan asesmen KBRI dan dengan memperhatikan kondisi di lapangan saat ini belum diperlukan evakuasi. Namun demikian persiapan mengantisipasi eskalasi situasi keamanan sesuai rencana kontigensi terus dilakukan. KBRI berkomunikasi dengan simpuls WNI di Tehran dan sekitarnya,” jelasnya.

Di tengah situasi tersebut, sejumlah negara lain telah mengeluarkan imbauan kepada warganya untuk segera meninggalkan Iran. Pemerintah India, misalnya, menyerukan warganya yang berada di Iran agar segera keluar dari negara tersebut menyusul aksi demo besar-besaran dan penindakan keras aparat keamanan.

Menurut laporan kelompok hak asasi manusia, penanganan protes massal oleh pemerintah Iran telah menyebabkan ribuan korban jiwa. Kantor berita AFP pada Kamis (15/1) melaporkan bahwa Kementerian Luar Negeri India memperkirakan terdapat sekitar 10 ribu warga negara India di Iran.

“Warga negara India yang saat ini berada di Iran (mahasiswa, peziarah, pebisnis, dan turis) disarankan meninggalkan Iran dengan alat transportasi yang tersedia,” kata Kedutaan Besar India di Tehran, ibu kota Iran, dalam sebuah unggahan di media sosial pada Rabu (14/1) malam waktu setempat.

Selain India, pemerintah Polandia melalui Kementerian Luar Negeri juga mengimbau warganya untuk segera meninggalkan Iran.

Situasi Iran turut diperumit dengan meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dilaporkan mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar menunda rencana serangan militer terhadap Iran.

Dilansir Al Arabiya, Jumat (16/1), seorang pejabat senior Amerika Serikat menyebut Netanyahu menyampaikan permintaan tersebut kepada Presiden AS, sebagaimana dilaporkan New York Times.

Upaya diplomatik juga dilakukan negara-negara kawasan Teluk. Seorang pejabat senior Arab Saudi mengatakan kepada AFP bahwa Arab Saudi, Qatar, dan Oman memimpin langkah untuk membujuk Amerika Serikat agar tidak melakukan serangan, dengan pertimbangan potensi dampak serius terhadap stabilitas kawasan.

Di tengah dinamika tersebut, Kemlu RI memastikan perlindungan WNI tetap menjadi prioritas utama, sembari terus memantau perkembangan situasi keamanan di Iran.

TAGGED:WNI di iran
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Prancis dan Kanada Resmi Buka Konsulat di Nuuk, Tegaskan Dukungan untuk Greenland Sabtu, 07 Feb 2026
  • Gajah Sumatera Ditembak Mati di Pelalawan, Belalai dan Gading Hilang Sabtu, 07 Feb 2026
  • Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Akui Terima Suap Restitusi Pajak, Kini Ditahan KPK Sabtu, 07 Feb 2026
  • Budisatrio Tegaskan “Kompak, Bergerak, Berdampak” di HUT ke-18 Gerindra DPR RI Sabtu, 07 Feb 2026
  • HUT ke-18 Gerindra, Prabowo Ingatkan Kader Jaga Uang Rakyat dan Hindari Perbuatan Tercela Sabtu, 07 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Pendidikan Merata Kunci Daya Saing Jawa Tengah Jumat, 06 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Dorong Penguatan Layanan Kesehatan Primer di Jawa Tengah Jumat, 06 Feb 2026

Berita Lainnya

Peristiwa

Nekat Menerobos Jalan Saat Hujan Deras, Remaja Tegal Jatuh ke Selokan, Ditemukan Tewas di Sungai

Kamis, 05 Feb 2026
Peristiwa

Temanggung Siapkan Ribuan Bibit untuk Atasi Lahan Kritis di Lereng Sumbing, Sindoro, hingga Prau

Kamis, 05 Feb 2026
Peristiwa

Ahmad Luthfi Siapkan Huntara untuk Pengungsi Tanah Bergerak Tegal, Relokasi hingga Huntap Jadi Prioritas

Rabu, 04 Feb 2026
Peristiwa

Layanan Buruk, 1.800 Travel Umrah dan Haji Ditangguhkan Kemenhaj Saudi

Rabu, 04 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?