Ad imageAd image

Kemiskinan Jateng Masih Tinggi, Sekjen Gerindra Bakal Kunjungi UMKM Jateng

Redaksi
By Redaksi 95 Views
2 Min Read
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. (Dok. DPD Gerindra Jateng)

INDORAYA – Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani dijadwalkan akan mengunjungi sentra UMKM di Jateng. Dorongan pada UMKM dilakukan sebagai salah satu cara untuk membantu penurunan angka kemiskinan di Jateng yang masih tinggi.

Sesuai data BPS, Jumlah penduduk miskin di Jateng per September 2021 sebesar 3,93 juta orang atau 11,25 persen. Ditambah lagi PDRB per kapita atau pendapatan rata-rata penduduk Jateng tahun 2021 adalah Rp 38,67 juta per tahun. Jumlah itu yang paling kecil diantara 6 Provinsi di Jawa.

BACA JUGA:   Wakil Ketua DPRD Jateng Dorong Digitalisasi UMKM untuk Selamatkan Ekonomi

Dukungan pada UMKM disebut sebagai salah satu upaya riil untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. UMKM dinilai jadi salah satu sektor yang mampu mendongkrak perekonomian di Jateng di masa pandemi.

Ketua Fraksi Gerindra DPRD Jateng, Rohmat Marzuki mengatakan ada sejumlah agenda yang akan dilakukan oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani di Jateng yang dijadwalkan pada Selasa 5 April -Kamis 7 April 2022.

“Fokus kegiatan di eks karesidenan Surakarta. Salah satunya adalah memberikan dukungan pada UMKM di masa pandemi Covid-19. UMKM mesti terus diperkuat, karena jadi salah satu sektor yang berimbas positif bagi pengentasan kemiskinan,” kata Rohmat Marzuki, Senin 4 April 2022.

BACA JUGA:   221 Mahasiswa Unika Soegijapranata Semarang Siap Mengabdi Untuk Masyarakat

Diantara UMKM Jateng yang akan dikunjungi oleh Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani adalah UMKM Budidaya Madu Klanceng yang berada di Kabupaten Sragen.

UMKM tersebut diharapkan ikut menurunkan angka kemiskinan Sragen yang saat ini masuk dalam 10 besar kabupaten/kota di Jateng.

Per Maret 2021 angka kemiskinan di kabupaten Sragen mencapai 13,83 persen atau setara 122,910 ribu jiwa.

Sragen bersama Klaten menjadi dua kabupaten di eks karesidenan Surakarta yang masuk angka kemiskinan tertinggi di Jateng.

Yakni, Klaten (13,49%), Banyumas (13,66%), Sragen (13,83%), Rembang (15,8%), Banjarnegara (16,23%), Purbalingga di angka (16,24%), Pemalang 16,56%, Brebes 17,43%, Wonosobo 17,67% dan Kebumen sebesar 17,83%. (RED)

BACA JUGA:   Bangkitkan Ekonomi, Pemkot Magelang Gelar Pasar Raya 1-10 September
Share this Article