Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kemenperin Pastikan Tak Ada PHK di Panasonic Indonesia, Justru Jadi Basis Ekspor Global
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Ekonomi

Kemenperin Pastikan Tak Ada PHK di Panasonic Indonesia, Justru Jadi Basis Ekspor Global

By Redaksi Indoraya
Selasa, 13 Mei 2025
Share
3 Min Read
Panasonic
SHARE

INDORAYA – Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan bahwa pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan oleh Panasonic Holdings secara global tidak berdampak pada kegiatan produksi di Indonesia.

Juru Bicara Kemenperin, Febri Hendri Antoni Arif, menyampaikan keyakinannya bahwa Panasonic Indonesia memiliki kekuatan industri yang solid, bahkan menjadi salah satu pusat produksi utama perusahaan di Asia Tenggara.

“PHK yang terjadi di Panasonic Holdings tidak berdampak pada operasional Panasonic di Indonesia. Pabrik di Indonesia justru menjadi basis ekspor ke lebih dari 80 negara, yang mencerminkan daya saing industri elektronik nasional yang sangat kuat,” ujar Febri di Jakarta, Senin (12/5/2025), dikutip dari Antara.

Febri mengakui bahwa utilisasi kapasitas industri elektronik nasional saat ini memang masih rendah, yakni hanya 50,64 persen pada kuartal pertama 2025. Padahal, sebelum pandemi Covid-19, angka tersebut sempat berada di level 75,6 persen.

Kondisi ini menjadi peringatan bagi pelaku industri dan pekerja untuk terus melakukan penyesuaian agar tetap relevan dalam persaingan global.

“Persaingan global di sektor elektronik semakin ketat. Ini adalah peringatan bahwa transformasi teknologi, peningkatan produktivitas, dan efisiensi operasional adalah kunci untuk bertahan hidup,” tegasnya.

Dorong Utilisasi dan Perkuat Daya Saing

Lebih lanjut, Febri menjelaskan bahwa pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan utilisasi industri dengan menjaga pasar dalam negeri dari produk impor, mempertahankan investasi yang sudah ada, serta menarik investor baru ke sektor elektronik.

Ia menambahkan, Indonesia memiliki keunggulan yang signifikan sebagai pasar domestik karena populasinya yang besar dan daya beli yang kuat.

“Pasar dalam negeri Indonesia menjadi salah satu yang terbesar di kawasan, dan pemerintah mendukung penuh penguatan industri melalui kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN),” jelas Febri.

Ia juga menyebutkan bahwa kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia, kini menjadi tulang punggung pertumbuhan ekonomi dunia. Oleh karena itu, menjaga stabilitas sektor industri serta meningkatkan daya saing menjadi prioritas nasional.

Sebagai langkah konkret, Kemenperin terus berupaya memperkuat industri elektronik melalui berbagai inisiatif, seperti pelatihan tenaga kerja industri, pemberian insentif, dan pengembangan ekosistem manufaktur berbasis teknologi tinggi.

“Kami optimistis, dengan dukungan kebijakan yang tepat dan sinergi kuat antara pelaku industri dan pemerintah, sektor elektronik di Indonesia akan terus tumbuh dan berkontribusi signifikan terhadap ekonomi nasional,” tutupnya.

TAGGED:Kementerian Perindustrian (Kemenperin)Panasonic Indonesia
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Eks Kepala BMKG Ingatkan Banjir di Sumatra Bisa Terjadi di Jawa hingga Papua Jumat, 05 Des 2025
  • Polisi Dalami Dugaan WNA China Mabuk Tewaskan Pengendara Motor di Semarang Jumat, 05 Des 2025
  • Prabowo Rancang Kompleks Olahraga Raksasa Seluas 500 Hektar Jumat, 05 Des 2025
  • Prabowo Siapkan 200 Helikopter Baru untuk Perkuat Respons Bencana Jumat, 05 Des 2025
  • Alumnus Unnes Tewas Ditabrak WNA China, Kelurga Sedih Kenang Memori Wisuda Sang Anak Jumat, 05 Des 2025
  • Jelang Nataru, KAI dan DJKA Ramp Check Fasilitas Kereta Jumat, 05 Des 2025
  • Ayah Tiri di Pemalang Setubuhi Anak Tirinya, Terbongkar Usai Sang Bocah Menangis Jumat, 05 Des 2025

Berita Lainnya

BeritaEkonomiJateng

BI: Inflasi Jateng Turun, Tapi Harga Pangan Masih Jadi Ancaman

Rabu, 03 Des 2025
Ekonomi

BGN: 16.503 SPPG Telah Salurkan Makan Bergizi Gratis ke 47 Juta Warga

Selasa, 02 Des 2025
Ekonomi

Kerugian Ekonomi Banjir Sumatra Tembus Rp68,67 Triliun

Senin, 01 Des 2025
Ekonomi

Meningkat Tajam, Impor Baju Bekas Catat 3.600 Ton pada 2024

Senin, 01 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?