Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Keluarga Kecewa Kapolresta Yogyakarta Tak Akui Anggotanya Aniaya Warga Semarang Hingga Tewas
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Hukum Kriminal

Keluarga Kecewa Kapolresta Yogyakarta Tak Akui Anggotanya Aniaya Warga Semarang Hingga Tewas

By Dickri Tifani
Selasa, 14 Jan 2025
Share
3 Min Read
Kuasa hukum korban, Antoni Yudha Timor (kemeja hitam) bersama timnya mendatangi makam Darso untuk melihat langsung proses ekshumasi yang dilakukan Polda Jateng, Senin (13/1/2025). (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Keluarga korban penganiayaan oleh enam oknum polisi Polresta Yogyakarta memberikan tanggapan terkait pernyataan Kapolresta Yogyakarta, Kombes Pol Aditya Surya Dharma, yang menyebutkan bahwa anggotanya tidak terlibat dalam penganiyaan terhadap Darso, Warga Mijen, Kota Semarang.

Kapolresta juga mengungkapkan bahwa para terduga oknum polisi tersebut datang ke kediaman Darso dengan tujuan untuk memberikan undangan klarifikasi terkait kecelakaan yang terjadi di Yogyakarta.

Kuasa hukum korban, Antoni Yudha Timor, menyampaikan bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan luka bagi keluarga korban. Pasalnya, Kapolresta Yogyakarta hanya menyatakan bahwa oknum anggotanya hanya menyerahkan surat konfirmasi terkait kasus kecelakaan di wilayah hukum Yogyakarta.

Oleh karena itu, pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap ekshumasi yang dilaksanakan pada Senin (13/1/2024), sebagai bagian dari upaya penyidik Polda Jateng untuk mengungkap kebenaran di balik peristiwa tersebut.

“Pernyataan Porlesta Jogja cukup lukai keluarga korban, bilang tak ada penganiayaan. Maka proses ekshumasi ini nanti akan mengungkap,” kata Antoni sebelum dimulainya ekshumasi di pemakaman korban di Kecamatan Mijen, Senin (13/1/2025).

Menurut Antoni, jika tujuan kedatangan mereka memang untuk mengantarkan surat konfirmasi, seharusnya keluarga Darso sudah mengetahui hal tersebut. Namun hingga saat ini, keluarga Darso belum pernah menerima surat konfirmasi maupun surat penangkapan.

Selain itu, ketika para terduga oknum polisi tersebut tiba di rumah Darso, mereka tidak memperkenalkan diri dan tidak mengenakan seragam kepolisian.

“Cerita mereka oknum anggotanya serahkan surat klarifikasi. Padahal tak pernah terima surat itu keluarga korban, tak ngomong apapun, identitas juga tak disebutkan saat jemput pertama. Baru kedatangan kedua pas mengabari korban di rumah sakit bawa Pak RT dan nyatakan anggota polisi,” ucapnya.

Keluarga korban berharap ekshumasi ini membuka tabir kebenaran yang selama ini terkubur. Mereka menginginkan agar tersangka tidak hanya dipecat dari kepolisian, tetapi juga dihukum sesuai dengan perbuatannya.

“Semoga langkah ini menghasilkan temuan yang membantu pengungkapan kasus ini, karena keluarga Darso sangat membutuhkan keadilan,” tegas Antoni.

Terpisah, Kombes Pol. Dwi Subagyo dari Dirreskrimum Polda Jateng mengungkapkan bahwa pihaknya sudah memulai penyelidikan terkait kematian Darto. Selain berkoordinasi dengan Polda Yogyakarta dan Polresta Yogyakarta, mereka juga berencana untuk melakukan ekshumasi guna mengungkap penyebab pasti kematian korban.

“Ekshumasi ini dilakukan untuk memastikan penyebab kematian korban,” ujar Kombes Pol. Dwi.

TAGGED:Kapolresta Yogyakarta Kombes Pol Aditya Surya DharmaKasus Pengeroyokan Polisi YogyakartaPenganiayaan DarsoPolisi Yogyakarta Aniaya Warga SemarangWarga Semarang Tewas Dikeroyok Polisi
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Bupati Pati Ditangkap KPK, Pemprov Jateng Pastikan Pelayanan Publik Tetap Jalan Selasa, 20 Jan 2026
  • Jelang Ramadan, Pemprov Jateng Pastikan Ketersediaan Pangan Aman Meski Cuaca Ekstrem Selasa, 20 Jan 2026
  • Tanggapi OTT Bupati Pati, Wagub Jateng Dukung KPK Tegakkan Hukum Selasa, 20 Jan 2026
  • Tembus Rp5,81 Triliun, Realisasi Pendapatan Kota Semarang 2025 Tak Mencapai Target Selasa, 20 Jan 2026
  • Minimalisir Kecelakaan Warga, 528 Lampu Jalan Umum Dipasang di Rembang Selasa, 20 Jan 2026
  • Bajaj Hadirkan Senyum Anak Difabel Lewat Transportasi Inklusif di Semarang Selasa, 20 Jan 2026
  • Dua Mahasiswa Magister Teknik Lingkungan Undip Raih Beasiswa Riset Mikroplastik di Jepang Selasa, 20 Jan 2026

Berita Lainnya

Hukum Kriminal

OTT KPK di Madiun: Wali Kota Maidi Diamankan dalam Dugaan Korupsi Dana CSR dan Fee Proyek

Selasa, 20 Jan 2026
Hukum Kriminal

KBRI Phnom Penh Tampung 911 WNI Korban Sindikat Penipuan Online Usai Operasi Penindakan di Kamboja

Selasa, 20 Jan 2026
Hukum Kriminal

Timothy Ronald Dilaporkan ke Polisi, Korban Klaim Alami Kerugian Lebih dari Rp1 Miliar

Selasa, 20 Jan 2026
Hukum Kriminal

Banding PTDH Masih Diproses, Polda Jateng Tegaskan Kasus Pidana AKBP Basuki Tetap Berjalan

Selasa, 20 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?