Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kekurangan Guru di Jateng Masih Jadi Tantangan, Mata Pelajaran Spesifik Paling Terdampak
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Jateng

Kekurangan Guru di Jateng Masih Jadi Tantangan, Mata Pelajaran Spesifik Paling Terdampak

By Lu'luil Maknun
Senin, 15 Des 2025
Share
2 Min Read
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Jawa Tengah, Muhdi. (Foto: Lu'luil Maknun/Indoraya)
SHARE

INDORAYA – Provinsi Jawa Tengah (Jateng) masih menghadapi kekurangan tenaga pendidik, terutama pada mata pelajaran dengan kebutuhan khusus. Meski ribuan guru baru telah diangkat melalui skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK), persoalan guru belum sepenuhnya teratasi.

Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Jateng, Muhdi menyatakan, kekurangan guru terjadi pada bidang-bidang tertentu, termasuk mata pelajaran bahasa asing hingga kejuruan.

“Belum mencukupi, sehingga masih dibutuhkan guru-guru tambahan, terutama untuk bidang-bidang tertentu,” ujarnya kepada Indoraya.news, Senin (15/12/2025).

Menurut dia, hal ini juga sudah menjadi perhatian pemerintah pusat dan daerah. Tahun depan, pemerintah tidak lagi memperbolehkan tenaga honorer, sehingga pemerintah daerah diminta aktif mengajukan rekrutmen untuk menutupi kekurangan guru di bidang studi tertentu.

“Misalkan guru mata pelajaran bahasa Prancis, di sekolah itu ada pilihan, siswa yang milih juga banyak, gurunya enggak ada,” imbuh Muhdi.

Kondisi serupa terjadi di SMK, di mana beberapa kompetensi keahlian kekurangan pengajar sehingga ada guru yang mengajar melebihi beban maksimal.

Sebagai solusi sementara, Pemprov Jateng menggunakan skema guru tamu untuk menutup kekurangan. Namun Muhdi mengingatkan bahwa guru tamu tidak bisa menjadi solusi jangka panjang.

“Saya berharap Pak Gub tidak membiarkan guru tamu terlalu lama, karena nanti akan menjadi masalah baru,” ungkap Anggota DPD RI Dapil Jawa Tengah.

Sebelumnya, Kepala Disdikbud Jateng, Sadimin, mencatat ada 10.303 guru dan tenaga kependidikan paruh waktu yang telah menerima SK PPPK paruh waktu. Meski jumlah ini cukup signifikan, masih belum mampu menutupi kebutuhan guru di seluruh sekolah di Jawa Tengah.

Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Desa Tempur Jepara Tak Lagi Terisolasi, Penanganan Banjir Terus Berlanjut Selasa, 13 Jan 2026
  • Apple Gandeng Google, Gemini Disiapkan Jadi Fondasi AI di iPhone dan Siri Selasa, 13 Jan 2026
  • Program Demak Cerdas Perluas Akses Internet SMP Negeri, Perpustakaan Digital Jadi Fokus Selasa, 13 Jan 2026
  • Belum Naik, Harga Daging Sapi di Batang Masih Stabil Awal Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari Selasa, 13 Jan 2026
  • 530 Hektare Lahan di Batang Bakal Ditanami Padi Biosalin Tahun Ini Selasa, 13 Jan 2026
  • Pemerintah Siap Ekspor Beras Awal 2026, Bulog Disiapkan Serap Panen Raya Selasa, 13 Jan 2026

Berita Lainnya

Jateng

Dilanda Cuaca Ekstrem dan Banjir, Kudus Siaga Bencana Hingga 19 Januari

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Jepara Kucurkan Rp7,7 Miliar Alsintan untuk Petani, Dorong Produktivitas dan Ketahanan Pangan

Selasa, 13 Jan 2026
Jateng

Ratusan Siswa Grobogan Diduga Keracunan MBG, Pemprov Jateng Turun Tangan

Selasa, 13 Jan 2026
Daerah

Bus DAMRI Karimunjawa Jepara Resmi Beroperasi Tahun Ini, Tarif Rp7.000 Per Orang

Selasa, 13 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?