Ad imageAd image

Kejati Jateng Awasi Ketat Ponsel ASN, Terlibat Judi Online Kena Sanksi

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 3 Views
2 Min Read
Ilustrasi judi online. (Foto: istimewa)

INDORAYA – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Tengah (Jateng) melakukan pengawasan ketat kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk menghindari keterlibatan praktik judi online. Kejati Jateng berkomitmen memberantas judi online yang bisa berdampak pada keluarga dan berpotensi menganggu kinerja ASN.

Kepala Kejati Jateng, Ponco Hartanto berkata, pengawasan ini sebagai bentuk dukungan terhadap instruksi Kejaksaan Agung terkait larangan segala bentuk perjudian. Maka, sanksi tegas berjenjang sesuai peranannya siap menanti, jika pegawainya didapati bermain judi online.

“Oleh karena itu sesuai instruksi jaksa agung kita unyuk melakukan pengawasan melekat kepada para pegawai, atasan langsung mengawasi bawahannya dan memonitor dengan gadgetnya apa yang dia lakukan,” katanya.

Ponco menyebut, pemeberantasan judi online sangat penting karena berdampak pada keluarga serta berpotensi menganggu kinerja jajarannya. Adapum pemberantasan judi online ini juga akan dilakukan secara objektif.

“Apapun kita harus objektif, kita tidak serta merta hukum harus tinggi, tapi kita lihat dulu kalau pelakukannya adalah bandar dan merugikan orang banyak akan kita tuntut setinggi-tingginya sesuai dengan hukum yang berlaku,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Jateng, Arfan Triono menambahkan, hasil pengawasan sementara terhadap internalnya, dinyatakan bersih dari judi online.

Sedangkan terkait tren fenomena kasus judi online secara umum di Jawa Tengah yang sampai masuk ke ranah kejaksaan, disebutkannya hanya ada satu.

Satu kasus tersebut yakni terkait penindakan yang dilakukan oleh Bareskrim Polri terhadap 9 pelaku judi online server Filipina dan Kamboja yang bermarkas di Semarang.

“Sepengetahuan saja yang daru internal tidak ada ini hanya warning. Tapi secara kasus pidananya alhamdulillah tidak ada (kasus internal). Ini kan terkait menjaga marwah institusi,” ungkap Arfan.

Share This Article