Ad imageAd image

Kecelakaan KA di Perlintasan Sebidang Kerap Terjadi, KAI Daop 4 Semarang Gelar Sosialisasi Gandeng Stakeholder

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 900 Views
4 Min Read
Guna mengurangi terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang gelar sosialisasi. (Foto: PT KAI Daop 4 Semarang)

INDORAYA – Kecelakaan kereta api masih kerap terjadi di perlintasan sebidang. Bahkan, di Kota Semarang baru-baru ini terjadi di perlintasan sebidang yang terletak di Jalan Madukoro, Semarang Barat, Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Guna mengurangi terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 4 Semarang bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menyelenggarakan sosialisasi.

Sosialisasi tersebut mengusung tema “Peningkatan Keamanan dan Keselamatan Perlintasan Sebidang Jalur Kereta Api di Kota Semarang Tahun 2023”. Adapun sosialisasi ini diselenggarakan di Aula Kantor Daop 4 Semarang, Selasa (22/8/23)

Dalam kegiatan sosialisasi yang dihadiri sejumlah pejabat dari PT KAI Daop 4 Semarang, kepolisian hingga Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Di antaranya, Kepala KAI Daop 4 Semarang Wisnu Pramudyo, Staff Ahli Utama Direktorat Keselamatan dan Keamanan KAI Dudi Hadiwijaya, Plt Kadishub Kota Semarang Danang Kurniawan, Kepala Bidang Angkutan Dishub Kota Semarang Ambar Prasetyo, Kanit Kamsel Satlantas Polrestabes Semarang AKP Rina Roostyani.

Selain itu juga dihadiri oleh jajaran Dishub Provinsi Jawa Tengah, jajaran Polrestabes Semarang, jajaran Balai Teknik Perkeretaapian Kelas I Kota Semarang DJKA Kemenhub, jajaran Dishub Kota Semarang, perwakilan Pengusaha Truck, Pengusaha Driver, serta perwakilan Camat dan Lurah di Kota Semarang.

Kepala KAI Daop 4 Semarang, Wisnu Pramudyo memaparkan alasannya diselenggarakan sosialisasi perlintasan sebidang kereta api.

Pertama, pihaknya memberikan gambaran kondisi perlintasan sebidang kepada stakeholders.

Kedua, penyegaran kembali terkait izin/peraturan perpotongan dan atau persinggungan antara jalur kereta api dan bangunan lain.

Sosialisasi ini juga sebagai ajang membangun sinergitas para stakeholder dalam mencegah kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api, khususnya di wilayah Kota Semarang.

“Dalam sosialisasi ini, akan ada solusi penanganan yang lebih efektif untuk meminimalisasi kecelakaan, serta adanya realisasi di lapangan untuk penanganan peningkatkan keamanan dan keselamatan di perlintasan sebidang,” ujar Wisnu melalui keterangan resminya yang diterima Indoraya, Selasa sore.

Sampai saat ini, menurutnya, perlintasan sebidang di wilayah Daop 4 Semarang terdapat ada 342 perlintasan sebidang. Rinciannya, 172 perlintasan dijaga, baik itu oleh pihak KAI, Dishub, ataupun swadaya, serta 170 perlintasan tidak dijaga.

Wisnu melanjutkan, perlintasan sebidang tersebut tersebar di berbagai jenis jalan seperti jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten/kota dan jalan desa, serta jalan khusus yang digunakan oleh badan hukum atau lembaga.

“Sesuai dengan Peraturan Menteri Perhubungan No 94 Tahun 2018 pasal 2, pengelolaan perlintasan sebidang tersebut dilakukan oleh penanggung jawab jalan sesuai klasifikasinya yaitu Menteri untuk jalan nasional, Gubernur untuk jalan provinsi, Bupati/Walikota untuk jalan kabupaten/kota dan jalan desa, serta badan hukum atau lembaga untuk Jalan khusus yang digunakan oleh badan hukum atau lembaga,” jelasnya.

Ia pun mengungkapkan bahwa keberadaan perlintasan sebidang di sebagian tempat melewati pemukiman warga dan daerah industri, sehingga rawan terjadi kecelakaan temperan.

Dalam kurun 2 tahun terakhir, terjadi banyak kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api. Dimana sampai dengan saat ini, telah terjadi 30 kali kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang wilayah Daop 4 Semarang. Sedangkan pada tahun 2022 terjadi sebanyak 54 kali kecelakaan.

Hal ini tentunya sangat perlu peran dari pemerintah, baik pusat maupun daerah sampai level kepala desa untuk meminimalisasi potensi terjadinya kecelakaan di perlintasan sebidang jalur kereta api.

Di samping itu, pihaknya mendorong pembangunan perlintasan sebidang yang aman dan sesuai aturan atau menutupnya jika berpotensi membahayakan masyarakat pengguna jalan.

“Diharapkan melalui diselenggarakannya sosialisasi dengan konsep diskusi dan sharing experience ini, dapat memberikan kesamaan persepsi seputar aturan tentang keselamatan di perlintasan kepada seluruh stakeholder. Selanjutnya melalui satu kesepahaman tersebut dapat memotivasi untuk bersama-sama mengembangkan budaya keamanan dan keselamatan, sehingga dapat mempertahankan kinerja keamanan dan keselamatan khususnya bidang perkeretaapian,” imbuh Wisnu.

Share this Article