Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga Tak Efektif Turunkan Harga di Pasar Tradisional
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
EkonomiJateng

Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga Tak Efektif Turunkan Harga di Pasar Tradisional

By Kartika Ayu
Selasa, 25 Jan 2022
Share
3 Min Read
Petugas mini market modern di Kendal menunjukkan rak minyak goreng yang sudah tidak tersedia, karena habis diborong masyarakat, Senin (24/1/2022).
SHARE

INDORAYA – Kebijakan pemerintah yang menetapkan minyak goreng satu harga, yakni Rp 14 ribu per liter demi menekan melambungnya harga, dinilai kurang efektif. Faktanya harga minyak goreng di pasar tradisional di Kabupaten Kendal masih berkisar Rp19 ribu hingga 20 ribu per liter.

Seperti diungkapkan salah seorang pedagang di Pasar Tradisional Kendal, Jumanah, Senin (24/1/2022). Dia menuturkan, kebijakan satu harga Rp 14 ribu per liter oleh pemerintah sejak Rabu (19/1) lalu, belum merata dirasakan dampaknya oleh pedagang kecil seperti dirinya.

“Sekalipun pemerintah menurunkan harga, tapi harga minyak goreng kemasan maupun curah berbagai merk di pasar masih kisaran Rp 19 ribu hingga Rp 20 ribu untuk kemasan satu liter, dan untuk kemasan dua liter Rp 38 ribu,” ungkapnya kepada media halosemarang.id.

Jumanah menyatakan, hal ini terjadi karena para pedagang membelinya juga sudah dengan harga tinggi. Sehingga mereka terpaksa harus menjualnya lagi dengan harga tinggi pula demi mendapat untung.

“Kami kulakan sudah mahal harganya. Ya otomatis jualnya juga mahal. Kalau dijual dengan harga Rp 14 ribu, kami bisa rugi. Untuk itu, kami tetap menjual dengan harga Rp 19 ribu per liter. Yang turun biar di pasar modern, kalau kami (di pasar tradisional) tetap dengan harga Rp 19 ribu,” tandasnya.

Sementara itu, karyawan dari mini market modern di daerah Kecamatan Kendal, Khamidun mengaku, untuk harga minyak goreng sudah menyesuaikan harga yang ditetapkan pemerintah.

“Namun untuk pembelian, semua dibatasi maksimal hanya dua liter saja. Tidak boleh lebih,” ungkap Khamidun, petugas Alfamart di Kecamatan Kendal.

Sementara di mini market lain, terkait stok tidak ada pengurangan. Namun saat minyak goreng datang, langsung ludes terjual dalam waktu kurang satu jam.

“Ya saat minyak datang, langsung diserbu ibu-ibu dan kurang satu jam sudah habis. Pihak kami sudah menerapkan satu harga sejak tanggal 19 Januari 2022 kemarin,” terang Nevi petugas Indomaret di Kecamatan Kendal.

Terpisah, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay membenarkan, harga minyak goreng di pasar tradisional memang masih tinggi.

Hal ini menurutnya karena para pedagang di pasar tradisional ketika membeli harganya sudah tinggi.

“Namun para pedagang kami beri kebijaksanaan sampai jangka waktu satu minggu ini. Ke depannya harga sudah mengikuti ketetapan pemerintah,” ujarnya.

Ferinando menjelaskan, untuk pasar modern yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aperindo) sudah menerapkan satu harga yakni Rp 14 ribu per liter.

“Tapi untuk yang tidak tergabung dalam Aperindo, kami beri jangka waktu satu minggu untuk menghabiskan stok. Kalau sudah habis bisa menjual dengan harga Rp 14 ribu per liter,” jelas Ferinando.

Ditambahkan, pihaknya akan melakukan pemantauan di beberapa toko atau pasar penjual minyak goreng partai besar.

“Sesuai aturan, pemerintah memberikan kelonggaran untuk menghabiskan stok lama dan supaya bisa mengambil stok baru dengan harga Rp 14 ribu per liter,” pungkasnya. (IR)

TAGGED:Heri Pudyatmoko
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Ratusan Ribu Rumah Rusak Akibat Banjir Sumatera, Pemerintah Masih Hitung Detail Anggaran Perbaikan Jumat, 12 Des 2025
  • Santri di Blora Terbawa Arus Sungai, Tim SAR: 2 Korban Meninggal dan 3 Masih Dicari Jumat, 12 Des 2025
  • OJK Perketat Pengawasan, 117 Ribu Rekening Penipuan Dibekukan Jumat, 12 Des 2025
  • Remaja 16 Tahun Diduga Jadi Korban Pelanggaran Polisi Blora, Oknum Diselidiki Propam Kamis, 11 Des 2025
  • Semarang Siap Sambut 2,5 Juta Wisatawan Nataru, Wali Kota Agustina Gerakkan Forkopimda Kamis, 11 Des 2025
  • Regulasi UMP 2026 Tak Kunjung Rilis, Ekonom Undip: Ini Ganggu Psikologi Pasar Kamis, 11 Des 2025
  • Bawaslu Gandeng Undip Perkuat Tata Kelola Pengawasan Pemilu Mendatang Kamis, 11 Des 2025

Berita Lainnya

JatengPeristiwa

Santri di Blora Terbawa Arus Sungai, Tim SAR: 2 Korban Meninggal dan 3 Masih Dicari

Jumat, 12 Des 2025
BeritaEkonomi

OJK Perketat Pengawasan, 117 Ribu Rekening Penipuan Dibekukan

Jumat, 12 Des 2025
BeritaEkonomiJateng

Regulasi UMP 2026 Tak Kunjung Rilis, Ekonom Undip: Ini Ganggu Psikologi Pasar

Kamis, 11 Des 2025
Jateng

Penopang Utama Kehidupan Masyarakat, Ketua DPRD Jateng Minta Pemprov Prioritaskan Pembangunan Pertanian

Kamis, 11 Des 2025
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?