Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: KBRI Phnom Penh Tampung 911 WNI Korban Sindikat Penipuan Online Usai Operasi Penindakan di Kamboja
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Hukum Kriminal

KBRI Phnom Penh Tampung 911 WNI Korban Sindikat Penipuan Online Usai Operasi Penindakan di Kamboja

By Redaksi Indoraya
Selasa, 20 Jan 2026
Share
3 Min Read
Ilustrasi penipuan online. (Foto: istimewa)
SHARE

INDORAYA – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Phnom Penh menerima kedatangan ratusan Warga Negara Indonesia (WNI) yang keluar dari jaringan sindikat penipuan online di Kamboja. Dalam rentang 16–19 Januari, tercatat sebanyak 911 WNI melapor langsung ke KBRI setelah terbebas dari sindikat tersebut.

Lonjakan kedatangan WNI ini terjadi seiring langkah intensif pemerintah Kamboja di bawah Perdana Menteri Hun Manet dalam memberantas sindikat penipuan online di berbagai wilayah. Penangkapan sejumlah aktor utama sindikat membuat banyak jaringan membubarkan diri dan meninggalkan para pekerjanya.

Berdasarkan asesmen awal KBRI Phnom Penh, sebagian besar WNI yang datang berada dalam kondisi aman dan sehat. Banyak di antara mereka menempuh perjalanan panjang dari sejumlah provinsi, seperti Banteay Meanchey dan Mondulkiri, menuju ibu kota Phnom Penh untuk mencari perlindungan.

KBRI juga menemukan beragam persoalan kekonsuleran, mulai dari WNI yang tidak memiliki paspor hingga mereka yang tinggal di Kamboja dengan status visa kedaluwarsa atau overstay. Mayoritas WNI menyatakan ingin segera dipulangkan ke Indonesia, meski terdapat sebagian kecil yang memilih tetap tinggal di Kamboja untuk mencari pekerjaan lain.

Secara keseluruhan, sejak 1 Januari, KBRI Phnom Penh telah menangani lebih dari 1.047 kasus permasalahan WNI. Angka ini menunjukkan peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya yang mencatat 5.088 kasus sepanjang tahun, dengan sekitar 82 persen di antaranya berkaitan dengan keterlibatan WNI dalam sindikat penipuan online.

“KBRI Phnom Penh mengimbau kepada WNI yang telah keluar dari sindikat penipuan berani agar segera melapor ke KBRI untuk mendapatkan pendampingan bagi proses kepulangan ke Indonesia,” demikian dikutip dari keterangan pers, Senin (19/1).

Sementara itu, AFP melaporkan puluhan orang terlihat mengantre di luar KBRI Phnom Penh pada Senin (19/1) pagi, beberapa di antaranya membawa koper. Seorang pemuda berusia 18 tahun asal Sumatra mengaku melarikan diri dari sebuah kompleks di kota Bavet, dekat perbatasan Kamboja–Vietnam.

Ia mengaku dipaksa bekerja menipu orang secara online selama delapan bulan tanpa bayaran, meski dijanjikan gaji US$ 600 atau Rp 10,2 juta per bulan.

Pemuda tersebut mengatakan kepada jurnalis AFP bahwa paspornya disita oleh atasannya yang berkewarganegaraan Cina. Ia tiba di Phnom Penh pada Minggu (18/1) dan mendatangi KBRI untuk mengurus paspor baru.

“Mereka mendengar polisi datang ke dalam kompleks, jadi mereka membiarkan semua orang pergi,” kata dia dikutip dari AFP, Senin (19/1).

AFP juga melaporkan sekitar 100 orang mengantre di luar Kedutaan Besar Cina di Phnom Penh pada Senin (19/1) sore. Namun, mereka menolak memberikan keterangan kepada awak media.

Duta Besar Indonesia untuk Kamboja, Santo Darmosumarto, melalui video yang diunggah di media sosial, menyebutkan bahwa para WNI yang datang ke KBRI memiliki latar belakang waktu keterlibatan yang berbeda-beda.

“Beberapa baru tiba di Kamboja beberapa bulan yang lalu,” kata Santo melalui akun Instagram, Minggu (18/1).

TAGGED:kasus kambojaPenipuan online kambojasindikat penipuan online
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Gojek Gandeng Dinkes Semarang, Latih Driver Siap Tanggap Darurat di Jalan Minggu, 08 Feb 2026
  • Pemilu 2029 Masih Jauh, Bawaslu–DPRD Semarang Pasang Kuda-Kuda Cegah Pelanggaran Minggu, 08 Feb 2026
  • Jadi Ahli di Singapura hingga AS, Ini Rekam Jejak James Purba sebagai Ahli Kepailitan Minggu, 08 Feb 2026
  • Perkuat Rantai Pasok Ekonomi Lokal, Heri Pudyatmoko Ajak Kolaborasi Semua Pihak Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko: Perlindungan Perempuan dan Anak di Jawa Tengah Harus Lebih Terintegrasi Minggu, 08 Feb 2026
  • Cegah Kekerasan, Wagub Jateng Minta Fungsi UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Dioptimakan Minggu, 08 Feb 2026
  • Heri Pudyatmoko Ingatkan Pentingnya Indikator Kesejahteraan Non-Angka Makro Minggu, 08 Feb 2026

Berita Lainnya

Hukum Kriminal

Anak Tengah di Jakut Tega Racuni Keluarga Sendiri, Sempat Pura-pura Lemas

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Gajah Sumatera Ditembak Mati di Pelalawan, Belalai dan Gading Hilang

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono Akui Terima Suap Restitusi Pajak, Kini Ditahan KPK

Sabtu, 07 Feb 2026
Hukum Kriminal

Pura-Pura Mati, Ibu Korban Selamat dari Perampokan Sadis Boyolali

Jumat, 06 Feb 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?