INDORAYA – Wakil Ketua Komisi E DPRD Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, menyoroti kinerja Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kebumen yang dinilai kurang memberikan perhatian terhadap kondisi sosial masyarakat. Sorotan tersebut disampaikannya sebagai respons atas kasus kematian seorang ibu dan anak di Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah, pada Selasa (6/1/2026).
Kasus tersebut menimbulkan keprihatinan mendalam, terutama karena korban merupakan kelompok rentan yang semestinya mendapat perhatian dan perlindungan sosial dari pemerintah daerah.
Ibu dan anak itu diketahui berinisial AA (48) dan AT (5). Keduanya ditemukam meninggal dunia dalam kondisi tergantung di dalam rumahnya. Saat ini pihak aparat masih melakukan pendalaman terkait penyebab pasti peristiwa tersebut.
Yudi mengaku sangat prihatin atas kejadian itu. Ia mendorong Dinsos Kabupaten Kebumen agar lebih peka dan responsif terhadap kondisi sosial masyarakat, khususnya warga yang masuk kategori rentan dan membutuhkan pendampingan.
Menurutnya, Dinsos memiliki tanggung jawab besar dalam pemberdayaan sosial, rehabilitasi sosial, perlindungan dan jaminan sosial, serta penanganan fakir miskin.
“Saya baru tahu kabar itu. Ini juga masuknya masalah sosial, bidang Dinsos. Nanti kami akan dorong agar kebih peduli kepada masyarakatnya. Korban yang seperti itu pasti di Desil 1, ini kok bisa sampai lepas,” kata Yudi kepada Indoraya.News, Rabu (14/1/2026).
Meski berada di bawah kewenangan Dinas Sosial, Yudi menegaskan bahwa kepekaan sosial tidak boleh berhenti di satu instansi saja. Ia mengajak seluruh aparatur sipil negara (ASN) untuk lebih peka terhadap persoalan sosial di lingkungan terdekat.
Ia bahkan mendorong bupati dan wali kota untuk turun tangan langsung dengan menggerakkan jajarannya melakukan verifikasi kondisi warga, setidaknya dimulai dari wilayah tempat tinggal masing-masing.
“Libatkan juga seluruh ASN. Perintahkan untuk melakukan verifikasi. Kalau sampai tidak setor nama, kenakan sanksi. Ini bisa menjadi bentuk verifikasi. Sudah ada tiga kabupaten melakukan itu, sangat valid dan cepat verifikasi warga miskinnya,” pinta politisi Partai Gerindra itu.
Selain itu, Yudi meminta agar Program Keluarga Harapan (PKH) lebih dioptimalkan di 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah sebagai upaya pencegahan agar peristiwa serupa tidak terulang di daerah lain.
Ia juga mengajak masyarakat untuk meningkatkan kepedulian sosial terhadap lingkungan sekitar. Jika melihat tetangga yang mengalami kesulitan berat atau menunjukkan kondisi yang mengkhawatirkan, masyarakat diminta segera melapor kepada dinas terkait atau aparat setempat.
“Jadi memang butuh peran serta semua orang. Semuanya harus lebih aktif. Peristiwa di Kebumen akan kami jadikan koreksi, khususnya di masalah sosial yang juga mencangkup bidang kami,” tegasnya.
Sebagai informasi, kasus kematian ibu dan anak tersebut sempat mengguncang warga Kecamatan Buayan, Kabupaten Kebumen. Aparat kepolisian masih melakukan pendalaman guna memastikan rangkaian peristiwa dan faktor yang melatarbelakangi kejadian tersebut.
Disclaimer:
Bunuh diri bukanlah solusi untuk menyelesaikan permasalahan kehidupan.
Jika Anda atau orang di sekitar Anda mengalami tekanan berat atau muncul pikiran untuk mengakhiri hidup, segera hubungi layanan darurat kesehatan jiwa Kemenkes di nomor 119 ext. 8 atau hotline Kemenkes di 021-500-454 untuk mendapatkan bantuan profesional.


