Ad imageAd image

Kasus DBD di Malang Tembus 905 Orang, 10 Orang Meninggal

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 790 Views
2 Min Read
Ilustrasi anak terkena DBD. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Dinas Kesehatan di Kabupaten Malang mencatat kasus demam berdarah dengue (DBD) menjangkit 905 orang dan 10 orang meninggal dalam tiga bulan terakhir.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Kabid P2P Dinkes) Kabupaten Malang Tri Awignami Astoeti menyebutkan bahwa angka kematian akibat DBD selama 3 bulan pertama 2024 ini bahkan sudah melampaui angka DBD selama setahun pada 2023.

Dia menyatakan bahwa selama 3 bulan pertama 2023 lalu, kasus DBD di Malang menembus angka 1.009 kasus. Namun, dengan angka sebanyak itu, kematian yang disebabkan kasus DBD saat itu sebanyak 9 orang saja.

“Angka kematian tahun 2024 ini melebihi tahun 2023. Padahal ini baru bulan Maret. Kalau dibiarkan berbahaya,” kata Tri Awignami kepada wartawan, Jumat (29/3/2024).

Peningkatan kasus di Malang itu, menurut Tri Awignami, berbanding lurus degan tren kasus DBD di Jawa Timur yang juga mengalami peningkatan cukup signifikan.

Pada 2023, angka DBD sebanyak 9.401 kasus dengan angka kematian mencapai 191 orang. Sedangkan per 13 Maret tahun 2024 kasus DBD di Jatim mencapai angka 5.665 kasus dengan angka kematian sudah mencapai 45 orang.

“Mengingat tren kasus DBD melonjak 2 kali lipat pada bulan yang sama di tahun 2023, maka perlu adanya penanggulangan baik dari Puskesmas hingga rumah sakit,” tegasnya.

Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto mengimbau agar masyarakat turut menjaga lingkungan di tengah dampak cuaca ekstrem untuk mengantisipasi peningkatan kasus DBD di Malang. Salah satunya, dengan cara tidak membuang sampah sembarangan.

“Dengan kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, membuang sampah sembarangan dapat memicu banjir kecil yang membawa sampah, khususnya seperti kaleng plastik, lalu nempel di pagar kita. Dari perilaku itu, dampaknya bisa muncul nyamuk,” ujar Didik terpisah.

Didik menyebutkan bahwa jajaran Pemerintah Kabupaten Malang perlu mengedukasi kesadaran masyarakat tentang hal tersebut. Sehingga penyebaran kasus DBD bisa diminimalisir.

“Jadi masyarakat perlu disadarkan, termasuk juga edukasi tentang DBD kepada masyarakat. Tanda-tanda dan ciri-cirinya. Sehingga kalau dilakukan maka potensi penyakit seperti DBD dapat diminimalisir,” tegasnya.

Share this Article
Leave a comment