Indoraya NewsIndoraya NewsIndoraya News
Notification Show More
Font ResizerAa
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Copyright © 2023 - Indoraya News
Reading: KAI Daop 4 Semarang Catat Ada 22 Daerah Berpotensi Rawan Terdampak Bencana Alam
Font ResizerAa
Indoraya NewsIndoraya News
  • BERITA
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
  • SEMARANG
  • RAGAM
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Cari
  • BERITA
    • HUKUM KRIMINAL
    • PENDIDIKAN
    • EKONOMI
    • KESEHATAN
    • PARLEMEN
  • NASIONAL
  • PERISTIWA
  • POLITIK
  • JATENG
    • DAERAH
  • SEMARANG
  • RAGAM
    • GAYA HIDUP
    • TEKNOLOGI
    • OLAHRAGA
    • HIBURAN
    • OTOMOTIF
  • OPINI
  • KIRIM TULISAN
Have an existing account? Sign In
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
(c) 2024 Indo Raya News
Semarang

KAI Daop 4 Semarang Catat Ada 22 Daerah Berpotensi Rawan Terdampak Bencana Alam

By Dickri Tifani
Kamis, 02 Nov 2023
Share
4 Min Read
PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat ada 22 daerah jalur kereta api yang berpotensi rawan terdampak bencana alam. (Foto: KAI)
SHARE

INDORAYA – PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang mencatat ada 22 daerah jalur kereta api yang berpotensi rawan terdampak bencana alam.

Kepala Daop 4 Semarang KAI, Daniel Johannes Hutabarat mengatakan bahwa di wilayah Daop 4 Semarang itu terdapat 22 daerah berpotensi gangguan alam yang dinilai memiliki potensi bahaya. Mulai dari banjir, amblesan, hingga tanah longsor.

“22 daerah berpotensi gangguan alam yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang. Di antaranya, 11 titik di wilayah Kabupaten Grobogan, 3 titik di wilayah Kota Semarang, 2 titik di wilayah Kabupaten Blora, dan Pekalongan, serta beberapa titik lainnya,” jelas Daniel melalui keterangan resminya, Kamis (2/11/2023).

Dari jumlah daerah berpotensi gangguan alam tersebut, menurutnya sudah mengalami penurunan dari tahun 2021. Yakni berjumlah
51 daerah dan pada tahun 2022 berjumlah 36 daerah.

“Berbagai perbaikan sudah kami lakukan, sehingga jumlah daerah yang berpotensi gangguan alam tersebut dapat berkurang,” katanya.

Selain itu, pihaknya pun hingga saat ini masih melakukan penanganan di 22 daerah yang berpotensi gangguan alam.

“22 daerah berpotensi gangguan alam yang masih dalam penanganan pihak KAI Daop 4 Semarang,” imbuh dia.

Dari sisi kesiapan material, KAI Daop 4 Semarang telah menyiapkan AMUS (Alat Material Untuk Siaga) pada 26 titik, meliputi: Tegal, Pemalang, Petarukan, Pekalongan, Batang, Kuripan, Weleri, Kalibodri, Kaliwungu, Semarang, Brumbung, Gubug, Kedungjati, Gambringan, Panunggalan, Kradenan, Doplang, Randublatung, Cepu, Kedungjati, Gundih dan Ambarawa.

AMUS yang disiapkan tersebut berupa pasir, bantalan rel, dan peralatan ringan hingga alat berat seperti Mesin Perawatan Jalan Rel (MPJR) yang digunakan untuk merawat serta memelihara kondisi jalur rel agar tetap layak dilintasi oleh kereta api.

Diharapkan dengan adanya upaya ini akan mampu menciptakan kondisi operasi kereta api yang aman, nyaman dan selamat, serta adanya peningkatan layanan pelanggan di stasiun wilayah Daop 4 Semarang. KAI terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan kereta api.

“Di musim hujan ini, kami bekerja ekstra memastikan perjalanan kereta api berjalan dengan aman, lancar dan selamat. Hasil dari pemeriksaan ini nantinya sebagai bahan evaluasi dan kesiapan dari Daop 4 Semarang dalam menghadapi musim hujan sekaligus sebagai kesiapan masa angkutan Natal 2023 dan Tahun Baru 2024 di wilayah Daop 4 Semarang,” papar Daniel.

Dia mengatakan musim hujan yang diprediksi BMKG yaitu akan terjadi pada bulan Oktober hingga Desember 2023 ini. Sementara puncak musim hujan 2023/2025, BMKG memprediksi musim hujan akan terjadi pada bulan Januari dan Februari 2024.

Sehingga, hal itu menjadi perhatian pihaknya untuk menghadapi musim hujan yang diprediksi oleh BMKG.

Oleh karena itu, pihaknya terus berupaya dalam menyiapkan segala aspek untuk mewujudkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api khususnya dalam menghadapi musim hujan yang saat ini sudah mulai terjadi.

Seperti diketahui musim kemarau tahun ini ekstrem dengan cuaca yang lebih panas dibandingkan musim kemarau biasanya.

“Ini menjadi perhatian KAI, setelah ini akan ada musim hujan yang mengakibatkan peningkatan debit air yang harus diwaspadi. Kondisi tanah yang semula dari kering menjadi lumpur menjadi perhatian khusus dari Daop 4 Semarang untuk ditindaklanjuti,” tandasnya.

TAGGED:Berita Semarang TerbaruBerita Semarang Terkinidaerah rawan bencanakai daop 4 semarang
Share This Article
Facebook Whatsapp Whatsapp

Terbaru

  • Korban Fraud Pinjol Dana Syariah Indonesia Rugi Rp2,4 Triliun, Polisi Buka Peluang Angka Bertambah Senin, 19 Jan 2026
  • Banjir Ganggu Perjalanan Kereta, KAI Kembalikan Dana Tiket Rp3,5 Miliar ke Penumpang Senin, 19 Jan 2026
  • Evakuasi Pesawat ATR 42-500 Dilanjutkan, Basarnas Siapkan Jalur Udara dan Darat di Gunung Bulusaraung Senin, 19 Jan 2026
  • Gugatan Cerai di Semarang Tembus 3.026 Kasus, Judol Jadi Pemicu Baru Retaknya Rumah Tangga Minggu, 18 Jan 2026
  • Di Tengah Banjir Pekalongan, Petugas KAI Berpacu Pulihkan Jalur Rel Minggu, 18 Jan 2026
  • Ribuan Santri Sunan Giri Ikuti Karnaval Budaya, Rawat Keberagaman di Kota Salatiga Minggu, 18 Jan 2026
  • Gerak Cepat Pemprov Jateng Kirim Bantuan Ratusan Juta Rupiah Logistik ke 4 Daerah Banjir Minggu, 18 Jan 2026

Berita Lainnya

Semarang

Gugatan Cerai di Semarang Tembus 3.026 Kasus, Judol Jadi Pemicu Baru Retaknya Rumah Tangga

Minggu, 18 Jan 2026
Berita

Di Tengah Banjir Pekalongan, Petugas KAI Berpacu Pulihkan Jalur Rel

Minggu, 18 Jan 2026
Semarang

Kafe Bale Muktis, Tempat Nongkrong Berbasis Budaya Kopi dan Tembakau di Semarang

Jumat, 16 Jan 2026
Semarang

Tak Sekadar Angkut Sampah, Pemkot Semarang Tata Ulang Sistem TPS Muktiharjo Kidul

Kamis, 15 Jan 2026
Indoraya NewsIndoraya News
Follow US
Copyright (c) 2025 Indoraya News
  • PEDOMAN MEDIA SIBER
  • KODE ETIK JURNALISTIK
  • STANDAR PERLINDUNGAN WARTAWAN
  • TENTANG KAMI
  • DISCLAIMER
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lost your password?