Ad imageAd image

Kadin Jateng Tolak Iuran Tapera, Dinilai Bisa Mengganggu Produksi Perusahaan

Athok Mahfud
By Athok Mahfud 936 Views
2 Min Read
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah (Jateng), Harry Nuryanto. (Foto: Athok Mahfud/Indoraya)

INDORAYA – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Jawa Tengah (Jateng) menolak aturan pemerintah yang mewajibkan pekerja menjadi peserta Tapera atau Tabungan Perumahan Rakyat. Di mana gaji pekerja yang berusia minimal 20 tahun akan dipotong 2,5 persen.

Ketua Kadin Jateng, Harry Nuryanto mengaku keberatan dengan iuran Tapera karena pemberi kerja juga dibebankan iuran 0,5 persen. Menurutnya, hal ini bisa menganggu produksi hingga menyusutkan daya saing perusahaan.

“Rentunya sangat memberatkan pelaku usaha. Karena beban kita bakal nambah lagi di perusahaan,” katanya saat dihubungi, belum lama ini.

BACA JUGA:   Terkuak Sudah Ganjar Tak Hadir di Konsolidasi Kepala Daerah PDIP Jateng, Ternyata Tidak Diundang

Dia juga mempertanyakan alasan kenapa pemberi kerja atau pengusaha diminta untuk iuran 0,5 persen. Padahal, kata Harry, urusan hunian bagi masyarakat merupakan kewajiban pemerintah.

Menurutnya, kebijakan tersebut bakal mempengaruhi laju dunia usaha dan industri. Khususnya, bagi perusahaan industri di sektor padat karya atau yang memiliki ratusan hingga ribuan karyawan.

Terlebih saat ini, sektor industri juga sudah menanggung berbagai potongan. Mulai dari Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, BPJS Kesehatan, hingga uang pesangon atau pensiun.

“Dunia usaha makin berat, ini [tambah iuran] bisa menurunkan daya saing kita [industri]. Padahal ini baru merangkak dari Pandemi Covid-19, tapi sudah disodorkan opsi berat lainya,” ungkap Harry.

BACA JUGA:   Beresiko! Heri Pudyatmoko Ungkap Pentingnya Pencegahan Pernikahan Dini di Jateng

Diketahui, Tapera ialah program baru pemerintah yang diklaim membantu masyarakat berpenghasilan rendah berupa pengajuan pembelian rumah pertama. Semua pekerja baik swasta maupun pegawai pemerintah diwajibkan menjadi peserta program yang dimulai pada 2027 mendatang.

Besaran iuran Tapera 3 persen dari gaji atau upah untuk yang berstatus Peserta Pekerja maupun Peserta Pekerja Mandiri. Rinciannya, 0,5 persen dibayar perusahaan dan 2,5 persen menjadi tanggungan pekerja. Adapun peserta pekerja mandiri wajib membayar seluruhnya.

Share this Article