Ad imageAd image

Kabareskim Minta Polisi Terus Adaptif Perkembangan Teknologi

Redaksi Indoraya
By Redaksi Indoraya 799 Views
2 Min Read
Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Wahyu Widada. (Foto: Istimewa)

INDORAYA – Kepala Badan Reserse Kriminal Polri, Komjen Wahyu Widada, berbicara tentang kecerdasan buatan (AI) dan dampaknya terhadap tugas dan tantangan Polri saat ini dan di masa depan. Wahyu menekankan pentingnya kemampuan anggota Polri untuk beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

Hal itu, dia sampaikan dalam pidatonya di Seminar Sekolah Mahasiswa S1 STIK Angkatan 81 di Auditorium Mutiara Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK), Jakarta Selatan.

“Bangsa yang paling maju sekarang bukan bangsa yang paling besar. Makhluk yang bisa survive sekarang bukan makhluk yang paling kuat dan paling besar, tapi manusia. Karena apa? Karena manusia bisa survive, bisa beradaptasi dengan bumi,” ujar dia.

Dia juga menjelaskan bahwa digitalisasi telah merambah ke berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam pemerintahan, pendidikan, dan keamanan.

Wahyu juga menyoroti penerapan smart city yang akan dilakukan pemerintah di ibu kota, yang menuntut kesiapan dalam menghadapi tantangan yang ditimbulkan oleh digitalisasi.

Meskipun AI menawarkan kemudahan dan kepraktisan, Wahyu menegaskan bahwa teknologi ini juga membawa tantangan tersendiri, terutama bagi kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat.

Dia kemudian memperingatkan tentang potensi AI untuk menjadi ancaman jika tidak dikelola dengan bijak, mengacu pada kemungkinan manipulasi dan kejahatan yang bisa ditimbulkan.

“Kehadirannya bisa jadi solusi, tapi juga bisa jadi tantangan. Sehingga kita harus bijak memanfaatkannya. Kalau tiba-tiba robot yang dibikin manusia, bisa memanipulasi dirinya, membuat algoritma dirinya sendiri tak bisa kita kendalikan, mereka akan menjadi musuh kita,” ucap Wahyu.

Wahyu mendorong mahasiswa PTIK/STIK Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri untuk meningkatkan kemampuan terkait AI setelah lulus, serta terus belajar dan mengembangkan diri. Dia menekankan pentingnya memiliki arah dan tujuan dalam pengembangan diri serta terus menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Selain itu, Wahyu juga mengingatkan pernyataan Presiden Joko Widodo tentang kekhawatiran enam negara besar terhadap AI saat pertemuan G20 di India.

“Pak Presiden kemarin sudah menyatakan, ‘Pada waktu terakhir G20 di India, urusan AI ini enam negara besar berbicara secara khusus. Saya menangkap ada ketakutan-ketakutan yang amat sangat mengenai AI’,” jelas Wahyu.

Share this Article
Leave a comment