Ad imageAd image

Junior Diduga Disetrika Senior di Boarding School MTs Negeri Semarang, Begini Reaksi Wakil Ketua Komisi X DPR RI

Dickri Tifani
By Dickri Tifani 743 Views
3 Min Read
Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti. (Foto: Dickri Tifani Badi/Indoraya)

INDORAYA – Aksi perundungan terjadi di boarding school Madrasah Tsanawiyah (MTs) Negeri Semarang di Kecamatan Susukan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah (Jateng).

Diketahui, seorang pelajar kelas 8 di sekolah setempat yang berinisial D, 14 tahun, warga Tengaran Kabupaten Semarang,
menjadi korban perundungan dari kakak kelasnya, F, 15 tahun, warga Bali. Keduanya tinggal bersama di boarding school sekolah tersebut.

Awalnya, F dan D saling mengejek dengan memanggil orang tuanya. Lantaran tak terima, kemudian diduga F melakukan penganiayaan menggunakan setrika panas yang ditempelkan ke dada D, beberapa waktu yang lalu. Atas insiden itu, orang tua korban kemudian melaporkan pelaku F ke pihak kepolisian.

BACA JUGA:   Gibran Kampanye Akbar di Semarang: Kalau Ada Serangan, Ada Fitnah Jangan Dibalas Fitnah

Selain pihak kepolisian, Kementerian Agama (Kemenag) Jateng pun melakukan mediasi terhadap keluarga korban dan pelaku agar mendapatkan titik terang atas kasus perundungan tersebut.

Menanggapi soal kasus junior diduga disetrika seniornya di boarding school MTs Negeri Semarang itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti, menilai masalah dari kasus tersebut sudah sangat serius yang membuat dunia pendidikan tercoreng.

Adanya peristiwa ini, menurutnya sistem pendidikan di Indonesia sudah gagal. Sebab, karakter siswa yang berintegritas belum dihadirkan.

“Anak-anak memiliki ide untuk menyetrika orang lain. Entah itu temannya, saudaranya, apa tetangganya itu masalahnya sudah sangat serius. Sangat mencoreng dunia pendidikan kita. Kegagalan dalam membangun karakter anak,” ungkap Agustina kepada Indoraya, Kamis (23/5/2024).

BACA JUGA:   Hotel di Gajahmungkur Semarang Diduga Serobot Lahan Fasilitas Umum, Satpol PP Diminta Bertindak

Menindaklanjuti kasus itu, Agustina mendesak kepada Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk segera memperbaiki sistem pendidikan.

Selain itu, Kemendikbudristek juga diperlukan memformulasikan kebijakan karakter siswa yang berintegritas.

“Kita yang menjadi legislator di tingkat nasional itu berharap sistem pendidikan nasional segera diperbaiki. Karena itu sangat mempengaruhi dalam penyelesaian proses-proses seperti itu,” ujarnya.

Agustina juga berjanji akan mengawal kasus ini melalui pembahasan saat rapat kerja (raker) DPR RI bersama Kemendikbudristek pada pekan depan.

“Kita pasti akan melakukan sesuatu. Kalau tidak salah Minggu depan kita ada raker dengan Kemendikbud. Pasti kita selalu responsif permasalahan pendidikan semacam ini,” paparnya.

BACA JUGA:   Satlantas Polrestabes Semarang Kerahkan 150 Personel Antisipasi Kemacetan Malam Tahun Baru

Menurutnya, kasus ini tidak hanya peran dari pihaknya dan Kemendikbudristek saja. Melainkan peran seluruh pihak mulai dari keluarga, guru-guru di sekolah, dan masyarakat dalam upaya mengatasi kasus bullying yang melibatkan anak-anak di sekolah.

Bahkan, Agustina memandang kasus ini pula pihak sekolah tak hanya memikirkan prestasi siswa secara akademis saja. Namun kepribadian tangguh dan berintegritas pun harus dihadirkan di sekolah.

” Itu harus secara holistik ditemukan. Kalau peristiwa ini tidak diselesaikan dengan baik, nanti akan muncul peristiwa lain,” pungkasnya.

Share this Article