INDORAYA – Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Pemprov Jawa Tengah, PT Jateng Agro Berdikari atau JTAB (Perseroda), resmi membuka kios cabai pertamanya di Desa Kintelan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Magelang.
Pembukaan kios cabai JTAB ini menjadi langkah awal dalam upaya menstabilkan harga komoditas cabai sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kios cabai JTAB hadir sebagai fasilitas penampungan hasil panen petani di wilayah Kecamatan Pakis dan sekitarnya. Setelah ditampung, hasil panen tersebut akan diteruskan kepada konsumen atau pembeli, dengan harga yang wajar dan kompetitif.
Direktur Utama PT JTAB (Perseroda), Totok Agus Siswanti mengatakan, keberadaan kios ini diharapkan mampu menjadi solusi konkret dalam menjaga stabilitas harga cabai di tingkat petani, terutama saat terjadi fluktuasi pasar.
Kios cabai ini akan menjadi model awal yang ke depannya akan direplikasi di daerah penghasil komoditas lainnya di Jawa Tengah, seperti sentra produksi bawang merah dan komoditas hortikultura lainnya.
Dengan adanya kios ini, JTAB ingin membangun ekosistem distribusi yang lebih adil, di mana petani bisa menjual hasil panen dengan harga layak, dan konsumen mendapatkan pasokan cabai secara berkelanjutan.
Salah satu petani cabai di Desa Kintelan, Udin Nur Yasin, menyambut baik pembukaan kios cabai JTAB. Ia menyampaikan harapan besar bahwa kehadiran kios ini akan menjadi solusi atas permasalahan klasik petani, yaitu anjloknya harga saat panen raya.
“Kios ini untuk melakukan penyerapan hasil panen cabai dari para petani di wilayah Pakis, Magelang, dan menerima dengan harga yang wajar, kemudian kami teruskan kepada pembeli,” kata dia.
“Untuk itu kami mengucapkan terima kasih kepada JTAB dan juga Gubernur Jawa Tengah Bapak Ahmad Luthfi atas perhatian dan dukungan kepada kami para petani cabai,” imbuh Udin.
Langkah JTAB ini sejalan dengan visi Pemprov Jawa Tengah untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung petani lokal melalui kolaborasi strategis antara BUMD dan masyarakat.
Diharapkan, kios-kios seperti ini tidak hanya membantu menstabilkan harga, tetapi juga menciptakan sistem distribusi yang lebih efisien dan berpihak pada petani. [Adv]


